Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 01 Jun 2020 12:53 WIB

TRAVEL NEWS

Butuh Cuan Usai Pandemi, Yunani Tambah Daftar Negara Asal Turis

Femi Diah
detikTravel
Kota Athena, Yunani
Wisata Yunani akan segera dibuka (Dok. BBC Travel)
Athena -

Yunani merevisi kebijakan daftar warga negara yang diizinkan untuk melancong ke Negeri Para Dewa itu. Ada peluang tak ada batasan asal turis.

Yunani mulai membuka wisata setelah kasus infeksi virus Corona menurun belakangan ini mulai 15 Juni atau sekitar dua pekan lagi. Tapi, cuma turis dari 29 negara yang diizinkan masuk. Yakni dari Jerman, Austria, Denmark, Norwegia, Siprus, Israel, Swiss, Jepang, Malta, Bulgaria, China, Kroasia, Australia, Selandia Baru, Makedonia Utara, Albania, Estonia, Latvia, Lebanon, Lithuania, Hungaria, Korea Selatan , Serbia, Montenegro, Rumania, Slovenia, Slovakia, Republik Ceko, dan Finlandia.

Daftar 29 negara itu disusun setelah studi profil epidemiologi negara-negara asal wisatawan dan memperhitungkan pengumuman Badan Keselamatan Udara Eropa (EASA), serta proposal dari Komite Penyakit Menular.

Tapi, dalam prosesnya, besar kemungkinan kebijakan itu cuma berlaku sementara. Dikutip dari AP, hingga saat ini memang belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pariwisata Yunani, namun sumber dari orang dalam Departemen Pariwisata Yunani merevisi informasi yang dikeluarkan pemerintah Yunani akhir pekan lalu itu.

Pejabat yang tidak bersedia disebut namanya itu bilang pemerintah perlu mengklarifikasi daftar 29 negara yang bisa memasuki Yunani saat pandemi virus Corona. Tapi, bisa jadi aturan itu berlaku hingga akhir Juni.

Ya, menurut pejabat dan dokumen Kementerian Luar Negeri Yunani, sejumlah penerbangan internasional akan diizinkan mendarat di Bandara Internasional Athena dan Thessaloniki, kota terbesar kedua di negara itu, mulai 15 Jun.

Selama membuka wisata lagi itu, pelancong tetap harus menjalankan prosedur untuk mencegah penularan COVID-19.

Menurut kebijakan Uni Eropa, setiap penumpang yang tiba harus diuji apakah terinfeksi virus Corona atau tidak dan menginap di hotel yang ditunjuk. Pengunjung yang hasil tesnya negatif harus melakukan karantina sendiri selama tujuh hari, sedangkan yang tes positif harus menghabiskan 14 hari di bawah karantina yang diawasi.

Tapi, mau tidak mau Yunani harus menyambut lebih banyak turis pada musim liburan musim panas untuk memulihkan ekonomi negara.

Pelancong dari 29 negara yang telah ditetapkan itu bukannya bisa bebas masuk begitu saja, namun mereka tetap harus menjalani tes acak COVID-19. Andai keputusan untuk membuka wisata bagi negara lain juga diterapkan, traveler itu juga harus terus diuji, juga menginap di hotel tertentu, dan karantina selama tujuh atau 14 hari.

Kemudian, rencananya mulai 1 Juli, semua bandara Yunani yang dapat menangani lalu lintas internasional akan dibuka kembali untuk penerbangan dari luar negeri. Pada saat itu, skrining acak untuk virus akan berlaku untuk semua penumpang yang tiba kecuali pertimbangan kesehatan masyarakat mendikte pengujian yang lebih ketat, kata seorang pejabat kementerian pariwisata.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA