Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Jun 2020 16:45 WIB

TRAVEL NEWS

Desa Wisata di Sleman Tak Mau Buru-Buru Beroperasi

desa wisata
Foto: (Ristu Hanafi/detikTravel)
Sleman -

Pemerintah berencana membuka kembali destinasi wisata saat new normal. Namun, pelaku wisata di Sleman tak mau terburu-buru untuk membuka operasional.

Pengelola desa wisata memilih untuk menata kembali kawasannya sembari mematangkan standar operasional untuk pengelola dan wisatawan. Persiapan dilakukan pada bulan ini.

"Kami masih terus melakukan persiapan pada Juni ini," kata Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata Sleman, Doto Yogantoro saat dihubungi detikcom, Kamis (11/6/2020).

Doto menerangkan sebelum benar-benar dibuka, pihaknya akan menggelar simulasi operasional destinasi wisata sesuai protokol kesehatan.

"Nanti rencananya ada simulasi (sebelum destinasi wisata dibuka) dan digelar dalam waktu dekat," terangnya.

Simulasi ini akan dilakukan selama dua bulan, yaitu Juni dan Juli. Hal itu guna membiasakan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

"Kesepakatannya, dua bulan ini masih simulasi. Terutama untuk masyarakat. Karena tidak mudah orang diminta harus cuci tangan. Walaupun gampang, tapi di masyarakat itu susah. Kita membudayakan new normal kepada masyarakat baru mengundang wisatawan," tegasnya.

Selain itu, Doto menjelaskan, sejumlah fasilitas seperti wastafel bagi wisatawan, sarana dan prasarana di homestay, lokasi kuliner hingga atraksi yang disajikan akan disesuaikan dengan protokol COVID-19. Selain itu, penyesuaian terhadap masyarakat di desa wisata juga perlu dilakukan.

"Kami ikuti aturan pemerintah, terapkan protokol dan tidak terburu-buru," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Desa Wisata Pulesari Didik Irwanto mengatakan, desa wisata Pulesari masih menata SOP. Mulai SOP bagi wisatawan maupun SOP bagi petugas dan kesiapan lainnya sebelum beroperasi.

"Termasuk protokol sarana prasarana kesehatan. Jika seluruhnya sudah siap kami akan menggelar simulasi. Mungkin simulasinya Juli atau setelah masa tanggap darurat di DIY selesai. Tapi untuk saat ini semua masih kami siapkan," ungkap Didik.

Didik mengaku tak ingin buru-buru membuka desa wisata. Sebab destinasi wisata seperti desa wisata merupakan wisata berbasis masyarakat. Sehingga jika ingin membuka kegiatan pariwisata di masa pandemi COVID-19, maka desa wisata harus siap dengan protokol kesehatan pariwisata dan juga kondisi masyarakat.

"Kami tidak mau buru-buru. Kalau persiapan belum sesuai dengan regulasi tentu kami belum beroperasi," tegasnya.

"Membuka operasional desa wisata bisa jadi harapan bagi warga tapi di satu sisi juga bisa menjadi malapetaka kalau persiapan yang dilakukan tidak matang. Kuncinya terletak pada rembug warga dalam menyikapi kondisi saat ini," tutupnya.



Simak Video "Dinkes DIY Luncurkan Aplikasi Untuk Pantau Kesehatan Pelajar"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Breaking News
×
Ledakan di Bandung
Ledakan di Bandung Selengkapnya