Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Jun 2020 21:03 WIB

TRAVEL NEWS

Miris! 80% Sarang Burung di Pulau Terpencil Tercemar Sampah Plastik

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
European shag or common shag (Phalacrocorax aristotelis)
Foto: Sarang burung di Skotlandia (Getty Images/iStockphoto/mauribo)
Edinburgh -

Kabar menyedihkan dari Skotlandia. 80% Sarang burung yang ada di pulau-pulau terpencil negara itu tercemar sampah plastik. Padahal di sana tidak ada manusia.

Pulau-pulau terpencil di Skotlandia tak luput dari pencemaran lingkungan, terutama sampah plastik. Lebih dari 80% sarang burung di pulau-pulau itu ditemukan sampah plastik, meski tidak ada populasi manusia yang tinggal di sana.

Menurut hasil survey yang dilakukan di Lady Isle yang berada di Firth of Clyde, para peneliti menemukan bahwa sampah plastik tersebut sebagian besar ditemukan di sarang burung Pecuk Eropa yang bernama ilmiah Phalacrocorax aristotelis.

Sampah Plastik Cemari Sarang Burung di Pulau Tak BerpenghuniSampah Plastik Cemari Sarang Burung di Pulau Tak Berpenghuni Foto: (dok. University of Glasgow)



Sarang-sarang burung yang ada sampah plastiknya ini ditemukan di pinggir tebing batu pulau tersebut. Tak cuma di sarang burung Pecuk Eropa, sampah plastik juga ditemukan di 35,6% sarang burung Camar Besar (Larus argentatus) dan 53,5% sarang burung Camar Punggung Hitam (Larus Marinus).

Jika ditotal, hampir 40% sarang burung di Lady Isle tercemar oleh sampah plastik. Jumlahnya bervariasi di antara spesies burung yang ada di pulau tak berpenghuni tersebut.


Sampah-sampah plastik yang ditemukan di sarang burung tersebut, terdiri dari sampah rumah tangga seperti kemasan makanan dan juga botol air minum. Menurut para peneliti, sampah-sampah plastik ini kemudian sampai ke pulau-pulau tak berpenghuni lewat arus laut yang cukup kencang.

Menurut laporan para peneliti yang dimuat di Marine Pollution Bulletin, mereka yakin bahwa sampah plastik tersebut terbawa oleh aliran arus laut, bukan karena dibawa oleh si burung itu sendiri.

"Sampah plastik itu berakhir di sarang burung bukan karena burung-burung itu secara aktif memungut mereka kemudian membawanya ke sarang, melainkan mereka terbawa secara pasif ke sini lewat arus laut," kata Dr Ruedi Nager, ahli ekologi burung laut sekaligus dosen senior di University of Glasgow.


Para peneliti memeriksa 1.597 sarang burung di pulau-pulau tak berpenghuni di pesisir pantai kawasan Ayrshire. Hasilnya, 625 sarang burung ditemukan sampah plastik.

Menurut studi dari University of Glasgow, sampah tersebut memang terbawa arus laut dari kawasan Airshire, termasuk kota-kota di sekelilingnya seperti Prestwick, Troon dan Ayr. Sesampainya di Lady Isle, sampah tersebut kemudian terbawa ke sarang burung dan berpotensi menimbulkan kematian bagi si burung bila tertelan atau terjerat.



Simak Video "Indonesia Akan Belajar Tangani Sampah dari Swedia"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA