Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Jun 2020 08:45 WIB

TRAVEL NEWS

Mengkhawatirkan, Siberia Terlalu Lama Bercuaca Hangat

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
tuva siberia
Tuva, Siberia (Foto: pool)
Jakarta -

Siberia mengalami cuaca hangat berkepanjangan atau terlalu lama. Para ilmuwan mengkhawatirkan kejadian ini.

Diberitakan CNN, Sabtu (20/6/2020) suhu di Siberia mencapai 10 derajat Celcius, lebih tinggi dari rata-rata suhu di bulan lalu. Wilayah itu jadi yang terpanas di Rusia sejak awal bulan Mei.

Data itu dihimpun oleh Copernicus Climate Change Service (C3S), sebuah program yang berafiliasi dengan Komisi Eropa. Cuaca hangat Siberia berbarengan ketika dunia mengalami rekor terpanas pada bulan Mei.

Menurut ilmuwan iklim Martin Stendel, suhu abnormal di barat laut Siberia bulan lalu hanya akan terjadi sekali dalam 100.000 tahun jika bukan karena perubahan iklim.

Suhu hangat yang tak biasa di Siberia tak hanya terjadi di bulan Mei. Wilayah itu juga mengalami periode suhu udara permukaan yang lebih tinggi dari rata-rata sepanjang musim dingin dan musim semi, dengan suhu yang lebih hangat terutama dari Januari.

"Tidak diragukan lagi itu merupakan tanda yang mengkhawatirkan," kata Freja Vamborg, seorang ilmuwan senior C3S.

Variasi suhu di Siberia cenderung besar perbedaannya dari bulan-ke-bulan dan tahun-ke-tahun. Tetapi, menurut C3S, hal yang tidak biasa adalah melihat suhu yang lebih hangat melebihi rata-rata selama berbulan-bulan berturut-turut.

Bumi menghangat secara keseluruhan. Tapi, kenaikan suhu ini tidak terjadi secara merata di seluruh planet ini.

Freja mengatakan bahwa Siberia barat memiliki variasi suhu yang lebih tinggi. Para ilmuwan mengatakan bahwa wilayah Arktik memanas, rata-rata, dua kali lebih cepat dari tempat lain karena pemanasan global.

Rusia mencatat musim dingin terpanasnya dalam 140 tahun sejarah pengamatan meteorologi. Kejadian ini dilaporkan oleh Pusat Hidrometeorologi Rusia pada awal tahun ini.

Temperatur menghangat memiliki dampak negatif. Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan keadaan darurat di kota Norilsk, Siberia setelah 20.000 ton bahan bakar tumpah ke sungai terdekat dari sebuah pembangkit listrik.

Nornickel, induk perusahaan energi, mengatakan fondasi tangki penyimpanan kemungkinan tenggelam akibat pencairan lapisan es. Itu salah satu bahaya karena semakin meningkatnya suhu yang ditimbulkan oleh infrastruktur dan ekosistem Kutub Utara, menurut kantor berita Rusia TASS.

Insiden itu memiliki konsekuensi berkepanjangan, kata Sergey Verkhovets, koordinator proyek-proyek Arktik untuk WWF Rusia. Dampak nyata yakni ikan mati, burung tercemar dan hewan-hewan teracuni.

Tahun lalu, kebakaran hutan menghancurkan sebagian Kutub Utara. Emisi rumah kaca berukuran megaton disemburkan ke atmosfer, menurut otoritas Rusia.



Simak Video "Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Siberia"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA