Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Jun 2020 05:31 WIB

TRAVEL NEWS

Songsong New Normal, Yogya Kenalkan Sistem Reservasi Hingga Cashless

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Bukit Klangon di Yogyakarta
Foto: Muhammad Iqbal/d'Traveler
Yogyakarta -

Jelang new normal, Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggodok standar operasional prosedur (SOP) di tempat-tempat wisata. Nantinya, wisatawan wajib melakukan reservasi sebelum berkunjung dan menerapkan pembayaran non tunai atau cashless.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo, mengatakan bahwa gambaran SOP yang tengah disusun meliputi kewajiban memakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan jaga jarak. Tapi, ada beberapa SOP yang harus diperlakukan secara khusus.

"Seperti penyediaan (tempat) parkir biar tidak memicu kerumunan, lalu reservasi dulu agar mengurangi antrean panjang dan pembayaran cashless untuk menghindarkan kontak fisik," ujar Singgih kepada detikcom, Sabtu (20/6/2020).

Selain itu, untuk tempat makan yang berada di destinasi wisata wajib memastikan warungnya bersih, higienis, mengatur jarak tempat duduk, menempelkan menu untuk mengurangi kontak fisik. Sedangkan sebelum masuk ke tempat makan juga wajib menjalani pemeriksaan suhu, apabila lebih dari 37,3 celcius harus ditempatkan di ruang isolasi.

"Kalau diukur lagi masih sama maka dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk tindak lanjut," katanya.

Singgih bilang itu bertujuan untuk memudahkan proses tracing kasus positif COVID-19. Mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga saat ini.

"Jadi sebelum wisatawan itu datang itu diminta reservasi dahulu untuk memastikan mereka bisa masuk ke sana. Reservasinya sendiri secara online, nanti hanya mengisi alamatnya dan beberapa orang," ujar dia.

"Nah, pada saat reservasi itu calon pengunjung sudah dapat QR code. Selanjutnya sampai lokasi tinggal tunjukan QR code dan akan discan, seperti itu sistemnya," imbuh Singgih.

Dia melanjutkan, selain untuk keperluan tracing, sistem reservasi juga bertujuan untuk membatasi jumlah pengunjung di objek wisata saat new normal. Hal tersebut sebagai implementasi jaga jarak saat new normal.

"Misal mau ke Nglanggeran, kapasitas di sana (Nglanggeran) saat normal kan 400 (orang) berarti saat new normal 200. Nah, pada saat reservasi itu sudah bisa diketahui sekarang ini masih ada berapa slot, jadi kalau penuh ya tidak bisa direservasi, modelnya seperti itu," katanya.

Menyoal adanya wisatawan yang langsung datang ke objek wisata tanpa reservasi, Singgih mengaku wisatawan itu masih bisa masuk. Namun catatan wisatawan harus didata terlebih dahulu dan slot masih ada.

"Selama slotnya masih ada, itu (datang langsung tanpa reservasi) bisa dilakukan, tapi nanti tetap harus tercatat di dalam sistem," ujarnya.

Singgih mengaku, sistem untuk reservasi tersebut masih dalam proses. Menurutnya, sistem tersebut rampung pekan depan.

"Dalam minggu besok baru rampung melalui visitingjogja.com, kan visiting Jogja webnya Dinas Pariwisata dan nanti kita tambah dengan reservasi. Apalagi sifatnya (visitingjogja.com) untuk mobile apps juga tersedia," ujar Singgih.

Adapun untuk penerapan cashless, Sigit mengaku telah melakukan persiapan. Salah satunya, menggandeng Bank Indonesia (BI) sebagai penyedia payment gateway.

"Untuk pembayaran cashless nanti pakai qris payment gateway dari BI," katanya.



Simak Video "Segera Dibuka, Taman Satwa Taru Jurug Siapkan Protokol New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA