Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Jun 2020 13:55 WIB

TRAVEL NEWS

Basah-basahan di Sini Cukup RP 10 Ribu Saja

Hery supandi
detikTravel
Buana alit
Buana Alit ( Hery supandi/detikcom)
Bengkulu -

Sebuah areal kebun sawit Bengkulu disulap jadi wahana pemandian umum. Selain berenang, traveler juga bisa piknik dengan pemandangan hijau.

Warga Kota Bengkulu dan warga Kabupaten Bengkulu Tengah khususnya, saat ini bisa memanfaatkan wahana permainan air berupa wahana permainan air di Benua Alit. Hanya dengan modal Rp 10 ribu saja, warga sudah bisa mandi di kolam renang sepuasnya. Wahana ini terlatak di Desa Abu Sakim Kecamatan Pondok Kelapa kabupaten Bengkulu Tengah yang hanya berjarak 20 menit dari kota Bengkulu.

Selain kolam pemandian juga tersedia taman rekreasi dan juga kolam ikan koi yang jumlahnya saat ini sudah mencapai 400 ekor, yang bisa menjadi wisata bagi pengunjung.

"Kami tidak menetapkan tarif hanya biaya penggantian untuk kebersihan saja Rp 10 ribu rupiah dan warga sudah bisa mandi sepuasnya," ujar pemilik Buana alit, Bima Mandala, Minggu (21/06/20).

Bima mengatakan untuk kolam renang yang dibuat dengan luas lahan yang telah digarap yakni 0,8 hektare dari total lahan yang disediakan semuanya mencapai 60 hektare, karena Keterbatasan dana juga belum bisa memaksimalkan pemanfaatan lahan yang sebelumnya adalah perkebunan kelapa sawit miliknya.

Bima menjelaksan rencana kedepan akan bekerjasama dengan BUMDes Abu Akim, untuk membantu warga bisa ikut dalam bekerjasama, seperti halnya bisa menjadi tenaga kerja di Buana Alit, membuka usaha berjualan, namun karena kondisi masih pandemi, rencananya akan dilakukan saat pandemi berkahir.

"Saya berharap kehadiran wahana ini akan menjadi lapangan kerja buat warga sekitar terutama yang kehilangan pekerjaan saat pandemi," papar Bima.

Untuk saat ini, meskipun sudah dibuka untuk umum, namun tetap ada pembatasan dan juga penerapan protokool kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Abu Sakim, Mulyan Toni menyambut baik usaha yang dilakukan pihak pengelola Buana alit. Apalagi, dengan harapan bisa ikut memberdayakan warga desa guna mendukung wahana permainan air di Desa Abu Sakim tersebut menjadi salah satu pilihan masyarakat dengan biaya yang sangat terjangkau dan murah.

"Hanya biaya untuk pengganti uang kebersihan, dan tidak ada tiket. Bukti bahwa pihak pengelola lebih mengedepankan pelayanan kepada masyakat yang ingin berekreasi di Buana alit," ungkap Toni.



Simak Video "Anggota DPRD Bengkulu Rapid Test, Dua Staffnya Reaktif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA