Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 23 Jun 2020 14:08 WIB

TRAVEL NEWS

Trabas Dilarang di Gunung Sumbing dan Lawu, Tambora Bebas

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Gunung Tambora di NTB.
Gunung Tambora Foto: (Taman Nasional Gunung Tambora)
Jakarta -

Aktivitas trabas atau naik motor trail ke Gunung Sumbing bikin geram pendaki di dunia maya. Tak hanya sekali, kejadian serupa juga pernah terjadi di pertengahan tahun lalu di Gunung Lawu.

Tepatnya di tanggal 27 Juli 2019, akun pendaki_gunung menggungah sebuah video motor trail berputar-putar di puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu. Kejadian ini pun viral dan menginisiasi pembuatan petisi di change.org yang ditandatangani lebih dari 20 ribu orang.

"Memohon secepatnya di buat peraturan/perundang2an tentang trabas di hutan gunung LAWU. karna jelas sudah perusakan yg terjadi karna aksi trabas ini. dan mengganggu ekosistem habitat liar yg masih skian bnyaknya di Gunung LAWU.dikarenakan kebisingan dari knalpot2 motor mereka," ujar petisi itu.

Terbaru, pendakian Gunung Sumbing masih ditutup bagi pendaki. Namun, sangat disayangkan karena sudah ada kegiatan trabas di sana.

Kegiatan trabas ini pun ramai di media sosial. Dilihat detikcom dari akun symphony_sumbing dan sindorosumbingmountain, menegaskan bahwa seluruh pendakian di gunung Sumbing masih ditutup sejak Maret lalu efek dari pandemi Corona.

Hal itu tak digubris kelompok trabas berasal dari pebalap donitatapradita5 hingga akun bernama monitapw hingga mereka mendapat surat terbuka di akun sindorosumbingmountain. Mereka naik hingga pos 4 Gunung Sumbing. Pos itu terbilang sudah mendekati puncak.

[Gambas:Instagram]

Traveler pun menyerbu akun keduanya di kolom komentarnya. Bahkan, akun pebalap donitatapradita5 sudah digembok karena aktivitasnya itu.

Aksi trabas crosser cantik Monita Permata Wijaya dengan akun Instagram monitapw di Gunung Sumbing menuai polemik. Ia merasa sudah sesuai izin dan mengikuti aturan.

Padahal, sudah ada aturan jelas yang melarang hal tersebut dari Perhutani. Kegiatan trabas dilarang di gunung Sumbing.

"Akhir-akhir ini beredar berita tentang saya ngetrail di gunung Sumbing, saya naik ke atas tidak mungkin tanpa izin dan sudah pasti mengikuti aturan dan prosedur yang ada," kata monitapw dalam unggahan Instagram stories-nya.

[Gambas:Instagram]

Kegiatan trabas di Gunung Sumbing sudah dilarang dari tahun 2018. Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS) yang mengajukan penolakan kegiatan menggunakan motor trail itu dan sudah ada surat resmi pelarangannya.

Perum Perhutani juga menegaskan kalau Gunung Sumbing masih tertutup untuk pendakian apalagi trabasan.

"Perum Perhutani khususnya KPH Kedu Utara menyatakan kawasan hutan lindung Gunung Sumbing masih tertutup untuk kegiatan pendakian dan aktivitas lainnya," kata instansi itu dalam unggahan Instagram resminya.

"KPH Kedu Utara juga tidak pernah bekerja sama dengan pengelola atau pihak-pihak lain untuk membuka jalur kendaraan pada kawasan hutan lindung, termasuk Gunung Sumbing," imbuhnya.

Kalau Mau Trabas ke Tambora Saja

Jika kamu ngebet pengen trabas di gunung, pergilah ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Gunung Tambora mengakomodasi para crosser.

Ada satu jalur offroad yang bisa ditempuh menggunakan mobil 4x4 atau motor trail. Mengutip Suara NTB, jalur pendakian atau jalur trabas ini ada di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Jarak dari pos I-V mencapai 21 kilometer, dengan rata rata waktu tempuh hingga empat jam. Pendakian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam menanjak menuju kawah.



Simak Video "Tangis Haru Ortu Pendaki yang Selamat Turun Gunung Lawu"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA