Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Jul 2020 18:27 WIB

TRAVEL NEWS

Eropa Larang Masuk Pesawat dari Pakistan Gegara Lisensi Palsu Pilot

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
CORRECTS NUMBER OF PASSENGERS TO NEARLY 100, INSTEAD OF MORE THAN 100 - Volunteers look for survivors of a plane that crashed in a residential area of Karachi, Pakistan, May 22, 2020. An aviation official says a passenger plane belonging to state-run Pakistan International Airlines carrying nearly 100 passengers and crew crashed near Karachis airport. (AP Photo/Fareed Khan)
Sisa-sisa pesawat Pakistan yang jatuh 22 Mei lalu Foto: AP Photo/Fareed Khan
Brussel -

Uni Eropa akhirnya melarang maskapai Pakistan untuk terbang di Eropa setidaknya sampai 6 bulan. Hal ini diumumkan badan keselamatan penerbangan Uni Eropa.

Eropa mengeluarkan kebijakan ini setelah Menteri Penerbangan Pakistan mengeluarkan data kondisi para pilot di Pakistan yang mencengangkan. Sepertiga pilot di Pakistan memiliki lisensi yang palsu. Mereka curang saat melakukan ujian pilotnya.

Juru bicara Pakistan International Airlines Abdullah Hafeez mengatakan sebenarnya PIA sudah tidak terbang ke Eropa gara-gara pandemi Corona. Mereka awalnya berharap bisa kembali terbang ke Oslo, Kopenhagen, Paris, Barcelona dan Milan dalam waktu 2 minggu. Namun Uni Eropa mengatakan hal lain.

"Ini sangat memukul kami," ujarnya soal skandal pilot tadi seperti dikutip dari Euronews, Rabu (1/7/2020).

Lisensi pilot palsu itu merupakan hasil dari penyelidikan kecelakaan pesawat Airbus A320 pada 22 Mei lalu yang menewaskan 97 orang di Karachi. Pesawat PIA jatuh setelah lepas landas dari Lahore, menewaskan semua penumpang kecuali dua orang, penumpang dan awak kabin.

Menurut Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan 262 pilot di Pakistan tidak mengikuti ujian sendiri. Mereka malah membayar orang lain untuk menjadi joki pilot atas nama mereka.

Namun Khan tidak menjelaskan apakah kedua pilot dalam penerbangan PK 8303 yang jatuh itu memegang lisensi palsu. Menurut laporan itu, pilot sedang mengobrol tentang virus Corona dan berulang kali mengabaikan peringatan dari pengontrol lalu lintas udara (ATC) sebelum pesawat jatuh di daerah perumahan di dekat bandara.

Pakistan memiliki 860 pilot aktif dan bekerja di maskapai penerbangan domestik, termasuk di Pakistan International Airlines (PIA). Ada pula yang pernah menjadi karyawan di sejumlah maskapai penerbangan asing. PIA sendiri sudah meng-grounded semua pilotnya yang memiliki lisensi palsu.



Simak Video "Rusia Kecam Sanksi Uni Eropa Atas Kasus Navalny"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA