Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 03 Jul 2020 17:04 WIB

TRAVEL NEWS

Wisata Prostitusi Red Light District Amsterdam Buka Lagi

Femi Diah
detikTravel
Virus Corona berdampak ke sejumlah sektor, tak kecuali hiburan malam di beberapa negara di Eropa. Sejumlah kios pun ditutup maupun sepi pengunjung imbas Corona.
Red light district di Amsterdam sudah buka lagi. (AP Photo)
Amasterdam -

Wisata prostitusi Amsterdam di red light district kembali beroperasi sejak 1 Juli 2020 saat pandemi virus Corona. Dan seperti kawasan wisata lainnya, di tempat ini bakal diterapkan protokol kesehatan.

Red light district di Amsterdam itu tutup sejak Maret hingga Juni untuk memutus rantai penularan COVID-19. Langkah itu membuat industri seks di kota itu meredup.

Pada 30 Juni, kawasan red light, yang memiliki klub dewasa dan rumah-rumah prostitusi, mulai bersiap-siap untuk menyambut wisatawan lagi. Beberapa pekerja mulai menyiapkan kamar-kamar dn bersih-bersih.

"Kami, tentu saja, harus menjaga higienis," kata Janet van der Berg, salah satu perwakilan Pusat Informasi Prostitusi di red light district, seperti dikutip AP.

Janet bilang tidak semua rumah bordil di kawasan itu membuka etalase mereka pada hari pertama itu. Sebab, jumlah pelancong di Amsterdam belum banyak.

Tapi, para pekerja seks sudah mendapatkan tamu cukup banyak. Ya, prostitusi memang legal di Belanda dan ada aturannya.

"Saya dengar mereka sibuk. Saya rasa di sana atmosfer pesta sudah ada," kata Janet.

Selama bertugas, para pekerja seks itu harus aktif untuk turut meminimalkan penularan virus Corona, baik untuk dirinya atau pun pelanggan. Salah satunya, mengecek kesehatan pekerja seks dan pelanggan sebelum memasuki ruang kerja.

"Dalam bekerja ada protokol yang tidak resmi namun harus dijalankan. Itu tergantung individu masing-masing," kata Janet.

"Setelah itu, saat pelanggan pergi, kamar harus didisinfektan dengan baik... Saya rasa dengan cara ini kami bisa bekerja secara aman seperti pekerja lain yang haris amat dekat dengan konsumen saat bekerja, seperti penata rambut," dia menambahkan.

Red light district di Amsterdam tak cuma membuka etalase prostitusinya, namun juga hotel, kafe, bar, dan kedai kopi ganja.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA