Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Jul 2020 23:21 WIB

TRAVEL NEWS

Masker dan Bikini, Wisata Malam Thailand Hidup Kembali

Bonauli
detikTravel
Red Light District Amsterdam
Foto: Ilustrasi kehidupan malam di Red Light District (AFP/CNN Travel)
Bangkok -

Thailand mulai membuka perbatasan negara untuk wisatawan. Lockdown di tempat wisata negeri Gajah Putih itu dibuka, pelarangan bepergian dilonggarkan, dan wisata malam dibuka lagi.

Tiga bulan sudah Thailand menutup diri. Usaha yang dilakukan pemerintah mulai terlihat dan denyut pariwisata digenjot lagi.

Setelah izin bisnis keluar, kehidupan malam di Thailand langsung menjadi pembahasan. Ratusan ribu orang di industri kehidupan malam pun kembali di panggung red light district.

Kelab, bar, tempat karaoke dan wisata pijat mulai menunjukkan gairah. Pengunjung yang masuk ke sana wajib melakukan pengecekan suhu, memberi nama asli dan nomor telepon.

Layaknya kelab-kelab malam Eropa, Thailand pun memberlakukan jaga jarak saat dugem. Pengunjung di dalam kelab harus duduk dengan jarak 1 meter dengan satu sama lain. Sementara yang yang di dekat panggung harus berjarak 2 meter.

Wanita-wanita dengan bikini akan tetap ada seperti sebelum pandemi. Bedanya, semua menggunakan masker dan face shield. Pria-pria tampannya tak mau kalah dengan bertelanjang dada. Dan, pengunjung juga wajib menggunakan masker tentunya.

Kendati sudah diumumkan, wisata malam Thailand masih juga sepi. Para pramuniaga berjajar di pinggir jalan untuk menarik pelanggan ke dalam kelab.

Dibukanya wisata malam di Thailand tak juga memuaskan dahaga para pelanggan. Mereka beranggapan peraturan new normal itu konyol untuk diterapkan di dalam kelab malam.

"Anda bisa naik BTS (kereta) di pagi hari dengan berdesakan di antara lebih dari 200 orang. Tapi, giliran masuk ke bar harus duduk terpisah sejauh 2 meter," ujar Michael Theo, seorang ekspatriat Inggris yang tinggal di Thailand.

Ini tidaklah mengherankan. Karena peraturan tersebut haruslah ditaati oleh pemilik kelab. Kalau tidak, izin usaha tak akan kembali.

Tak sedikit juga kelab yang memilih untuk tetap tutup. Pelanggan yang terlalu sedikit membuat pengusaha tetap harus nombok.

"Ada bar yang sudah berdiri selama 10-15 tahun di Bangkok. Tapi karena pandemi mereka tutup dan bahkan tidak buka kembali," ujar Christian Henrich, pengelola dari kelab XXX Lounge.

Sampai saat ini, tempat perjudian seperti sabung ayam masih ditutup oleh pemerintah Thailand. Setelah 3.173 kasus infeksi Corona, kini Thailand sudah tak memiliki penambahan pasien terhitung 37 hari.



Simak Video "Kembali Bekerja dan Tetap Sehat di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA