Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 07 Jul 2020 06:09 WIB

TRAVEL NEWS

Gegara Corona, Perbatasan Victoria-NSW Ditutup Kembali Setelah 100 Tahun

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
MELBOURNE, AUSTRALIA - JUNE 22:  Passengers wait for flights at Melbourne International Airport on June 22, 2011 in Sydney, Australia. Flights across Australias busiest airports are resuming today after cancellations due to the Chilean ash cloud yesterday stranded passengers and created a backlog.  (Photo by Hamish Blair/Getty Images)
Bandara Melbourne (Getty Images/Hamish Blair)
Melbourne -

Mencegah penyebaran virus Corona, Australia menutup dua negara bagian terpadat hingga jangka waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan setelah kelonjakan kasus Corona yang kembali terjadi.

Dikutip dari Reuters oleh detikcom, perbatasan dua negara terpadat Australia, New South Wales dan Victoria akan dilakukan mulai Selasa (7/7). Keputusan ini diambil untuk yang pertama kalinya setelah perbatasan pernah ditutup 100 tahun lalu pada 1919 saat flu Spanyol.

Saat ini, jumlah kasus COVID-19 di Melbourne, ibu kota Victoria melonjak dalam beberapa hari terakhir. Pihak berwenang pun menegakkan perintah jarak sosial di 30 pinggiran kota dan memberlakukan pembatasan penuh.

Victoria melaporkan 127 kasus infeksi COVID-19 dalam semalam, jumlah ini merupakan lonjakan satu hari terbesar sejak awal pandemi. Laporan juga menunjukkan ada satu kematian pertama sejak lebih dari dua minggu, sehingga total menjadi 105.

"Ini adalah seruan cerdas, seruan yang tepat saat ini, mengingat tantangan signifikan yang kita hadapi dalam mengatasi virus ini," kata Andrews kepada wartawan di Melbourne, Australia ketika dia mengumumkan penutupan perbatasan.

Bagaimana pun, penutupan ini akan menjadi pukulan bagi pemulihan ekonomi Australia. Andrews mengatakan keputusan yang dibuat bersama Perdana Menteri Scott Morrison dan Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian ini akan efektif mulai pukul 23.59 waktu setempat.

Dibandingkan dengan negara-negara yang sangat terdampak dengan virus Corona, Australia memiliki angka yang rendah, yaitu 8.500 kasus hingga sekarang. Akan tetapi, wabah yang melonjak di Melbourne meningkatkan kewaspadaan Australia.

Negara ini telah melaporkan rata-rata sekitar 109 kasus setiap hari selama seminggu terakhir. Padahal pada minggu pertama di bulan Juni, Australia memiliki rata-rata 9 kasus setiap hari.



Simak Video "Usai Dilockdown, Masih Muncul Klaster Baru Covid-19 di Melbourne"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA