Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 11 Jul 2020 12:15 WIB

TRAVEL NEWS

Ketika Salju Berwarna Pink Selimuti Pegunungan Alpen

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Salju pink di Pegunungan Alpen.
Salju berwarna pink di Pegunungan Alpen (Miguel Medina/AFP)
Titlis -

Sebuah fenomena tak biasa terjadi di Pegunungan Alpen. Pegunungan yang biasanya diselimuti salju putih itu kini berganti jadi warna pink.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Senin (6/7/2020), fenomena itu pun disebut oleh para ahli terjadi karena adanya algae yang mengubah warnanya di bawah salju seperti diberitakan situs The Swaddle.

"Ini merupakan fenomena alam yang terjadi saat musim semi dan musim panas di latitude tengah, tapi juga kutub," ujar Biagio Di Mauro dari Yayasan Riset Nasional Italia seperti diberitakan AFP.

Disebutkan, algae serupa juga dapat ditemui di 'zona gelap' Greenland. Sebuah kawasan yang ditutupi debu dan karbon hitam yang membantu penyerapan nutrisi untuk algae berwarna gelap.

Perubahan warna salju itu pun disebut terjadi akibat algae pink yang bernama asli Ancylonema nordenskioeldii. Secara teknis memang tidak berbahaya, tapi bukan itu masalahnya.

Salju pink di Pegunungan Alpen.Salju pink di Pegunungan Alpen (Miguel Medina/AFP)

Hanya walau terlihat indah, fenomena salju berwarna pink atau merah muda itu disebut bukan kabar baik. Para ahli percaya, kalau salju yang berwarna lebih gelap malah akan menyerap panas lebih cepat. Artinya, salju di Pegunungan Alpen akan lebih cepat cair!

Normalnya salju berwarna putih akan memantulkan sekitar 80% radiasi sinar matahari kembali ke atmosfer, tapi algae yang mempergelap warna salju malah bersifat kebalikannya.

Kabar buruk lainnya, perubahan warna itu akan semakin mempercepat proses mencairnya salju di Pegunungan Alpen yang diprediksi akan kehilangan dua pertiga esnya pada tahun 2100 mendatang. Bahaya dari pemanasan global pun kian nyata.

Salju pink di Pegunungan Alpen.Saljunya bahkan sampai ditutupi terpal (Miguel Medina/AFP)

Hanya di satu sisi, dunia dan wisatawan seakan hanya terpaku pada perubahan dan warna cantik yang dihasilkan. Bahkan, tak jarang fenomena alam itu malah jadi atraksi wisata.

Padahal di balik perubahan alam, ada tanda-tanda dan peringatan untuk manusia. Sadar tak sadar, apa yang sehari-hari kita lakukan juga berdampak langsung pada perubahan alam dan pemanasan global. Pegunungan Alpen pun tak lolos dari pemanasan global.



Simak Video "Lihat Kunci Sukses Swiss Jadi Negara Teraman COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA