Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Jul 2020 08:29 WIB

TRAVEL NEWS

Lebih Aman Mana, Wisata Kuliner di Dalam atau Luar Ruangan?

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Pub hingga restoran di Inggris kembali dibuka usai pemerintah longgarkan lockdown. Warga pun antusias menikmati hiburan di akhir pekan.
Ilustrasi restoran dan wisata kuliner (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Wisata kuliner pasti digemari bagi sebagian besar traveler. Lalu, lebih aman makan di dalam atau luar ruangan kalau kita pergi ke sebuah restoran di saat pandemi Corona?

Diketahui bahwa pembelakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) transisi membuat sebagian traveler berani ke luar rumah dan makan di restoran atau kafe. Tempat makan itu juga menerapkan protokol kesehatan.

"Makan di luar lebih rendah risikonya daripada di dalam ruangan. Itu jika setiap orang berjarak dua meter dan staf yang menunggu memakai masker. Risikonya jadi sangat rendah," kata pakar penyakit menular, Dr. William Schaffner, seorang profesor di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville seperti diberitakan CNN.

"Studi menunjukkan bahwa ketika Anda berbicara, droplet dari mulut tidak dapat bergerak lebih dari 1-2 meter," imbuh Linsey Marr, seorang profesor teknik sipil dan lingkungan di Virginia Tech, yang telah mempelajari penularan COVID-19.

Bagaimana jika orang-orang berjalan di dekat meja saat Anda wisata kuliner di luar ruangan?

"Kami pikir itu tidak berbahaya, atau sangat kecil penularannya. Karena transmisi terbaik dari COVID-19 yakni 15 menit kontak tatap muka di lingkungan tertutup. Jadi risikonya harus sangat rendah, tetapi orang-orang yang lewat harus memakai masker," urai Schaffner.

Di luar ruangan, sebuah virus jadi kurang berbahaya dan mereka bisa mati di udara, kata para ahli. Kata dia, Anda dapat membayangkan virus itu sebagai asap rokok yang segera menghilang di udara dan itu berbeda jika berada di dalam ruangan, kata Erin Bromage, seorang profesor biologi di University of Massachusetts Dartmouth, kecuali ruangan itu memiliki penyaring dan aliran udara yang baik karena tak ada penumpukan.

Lalu, apakah menjaga jarak sejauh dua meter dapat melindungi Anda wisata kuliner di dalam ruangan?

"Saya pikir jarak dua meter di dalam ruangan tidak cukup efektif," kata Marr. Karena, transmisi udara COVID-19 melalui aerosol dapat mengambang selama berjam-jam dan ia selalu menghindari tempat makan tertutup.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS baru-baru ini menambah daftar rentan terjangkit virus Corona. Mereka yakni wanita hamil, orang tua, orang dengan penyakit jantung, paru-paru atau ginjal, diabetes, gangguan kekebalan tubuh, orang dengan penyakit asma dan mereka yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi.

"Orang yang berusia 72 tahun dan memiliki penyakit paru-paru kronis tak disarankan ke restoran. Makanlah di rumah," kata Schaffner.

Apakah filter HEPA AC restoran dapat melindungi pelanggan yang sedang berwisata kuliner?

Filter udara ini dapat menyaring 99,97 debu, serbuk sari, jamur, bakteri, dan partikel udara lainnya dengan ukuran 0,3 mikron. ukuran COVID-19 diperkirakan antara 0,06 hingga 1,4 mikron, jadi filter ini dapat menangkap hampir semua partikel kata peneliti kesehatan lingkungan Joseph Gardner Allen.

Namun, hanya sedikit restoran yang memiliki filter seperti itu. Penyaring ini lebih sulit untuk digunakan, dirawat, atau diperbaiki dan mungkin restoran menggunakan jenis filter lainnya.

Bahkan, adanya filter HEPA belum membuat insinyur lingkungan Marr merasa nyaman makan di dalam ruangan restoran. Karena, sekali lagi virus cepat hilang berada di ruang terbuka, karena udara yang dihirup harus tersaring agar benar-benar aman.

Jadi apa yang harus kita lakukan ketika berwisata kuliner?

Ikuti anjuran protokol kesehatan, kenakan selalu masker saat Anda pergi berwisata kuliner ke luar rumah. Selalu menjaga jarak dua meter dengan orang lain. Sering mencuci tangan dan hanya pergi ke tempat out door, di mana terdapat sirkulasi udara yang sangat baik, kata para ahli.



Simak Video "Sagon Kuliner Khas Purworejo, Purworejo"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA