Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Jul 2020 19:08 WIB

TRAVEL NEWS

Rekor Dunia Mencatat, Ini Mal Pertama yang Jual Barang Bekas

Putu Intan
detikTravel
Mal Barang Bekas Retuna
Mal Retuna. (Foto: Instagram @retuna_aterbruksgalleria)
Eskilstuna -

Mal yang menjual barang branded sudah biasa. Yang menjual barang murah juga sudah biasa. Tapi di Swedia ada lho mal yang khusus menjual barang bekas dan masuk Guinness World Records.

Mal itu bernama ReTuna yang terletak di Kota Eskilstuna, Swedia. Mal yang dikhususkan untuk menjual barang bekas ini luasnya mencapai 5.000 meter persegi. Di sana ada 13 toko yang mempekerjakan sekitar 50-65 orang.

ReTuna merupakan salah satu wujud kepedulian kota tersebut akan isu lingkungan. Eskilstuna yang berjarak 100 kilometer dari Stockholm dan menjadi rumah bagi 100 ribu penduduk itu, memang sudah fokus melakukan rebranding menjadi kota ekologis sejak 1990-an.

"Kami awalnya adalah kota industrial dan mengalami kesulitan,"kata Wali Kota Eskilstuna Jimmy Janson sebagaimana diwartakan AFP.

"Kami pikir, kami harus menemukan sesuatu yang dapat membangun kepercayaan diri kami dan dimana kami dapat bertanggung jawab,"ia melanjutkan.

Saat ini, Jansson sedang fokus mencoba membuat Eskilstuna menjadi kota industri modern. Usaha ini nampaknya mulai terlihat dengan diakuinya ReTuna oleh Guinness World Records sebagai 'pusat perbelanjaan pertama di dunia yang menjual barang daur ulang atau yang telah diperbaiki' pada 2020.

Direktur ReTuna, Anna Bergstrom menjelaskan setiap tahunnya sekitar 250 ribu-300 ribu orang mengunjungi mal itu.

"Pengalaman belanjanya sama dengan mal konvensional, Anda bisa mencari furnitur, pakaian, bunga, barang olahraga, bahan bangunan, hampir semuanya," kata Bergstrom.

Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini diisi oleh toko barang elektronik, buku, mainan anak-anak, hingga perkakas rumah. Selain itu, mal ini juga menawarkan kursus desain produk daur ulang selama satu tahun.

Sampai saat ini terjadi peningkatan jual beli barang bekas di Swedia. Uniknya di sana juga ada kopskam (rasa malu berbelanja) dan flygskam (rasa malu terbang) yang membebani hati nurani penduduk Swedia.

Swedia juga sedang berupaya menjadi negara netral karbon pada 2045. Terkait hal itu Eskilstuna ingin menyerap CO2 lebih banyak CO2 daripada yang dibuangnya dan tidak tergantung pada bahan bakar fosil.

Kota ini juga sudah memiliki pusat pemilahan sampah canggih dan mampu mendaur ulang serta mengubah sebagian besar limbah menjadi energi.

Salah satu pekerjaan rumah yang harus dituntaskan adalah penggunaan kendaraan, dimana mobil masih memenuhi jalanan dan tempat parkir ReTuna.

"Masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dioksida," kata Jansson.

Pada 2016, Eskilstuna memiliki daftar '50 janji lingkungan', mulai dari pengembangan energi terbarukan hingga jalur sepeda. Awal tahun ini, partai oposisi Green mencatat ada sejumlah janji yang belum terpenuhi di sana. Untuk itu mereka mendesak pemimpin kota untuk meningkatkan upaya mereka.



Simak Video "Cerita dari Swedia, Salah Satu Negara dengan Puasa Terlama di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA