Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Jul 2020 12:34 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Jurus Kemenparekraf Pulihkan Pariwisata Banyuwangi

Angga Laraspati
detikTravel
Wishnutama Kusubandio
Foto: kemenparekraf
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif terus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan destinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur.

Wishnutama dalam kegiatan "Rakor Penyelesaian Isu Pengembangan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi" Rabu (29/7), mengatakan salah satu strategi wisata yang baik yakni tidak hanya membangun infrastruktur, membuat konsep promosi, dan membangun sumber daya, melainkan menciptakan daya tarik wisata yang baru bagi pariwisata Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

"Bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif Banyuwangi harus menjalankan protokol kesehatan dengan tanggung jawab sehingga mampu membangun kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan," kata Wishnutama dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).

Lebih lanjut, Kemenparekraf juga akan mendukung kembalinya destinasi wisata di Banyuwangi, dengan memfasilitasi penyediaan fasilitas kamar kecil di Alas Purwo dan kawasan Agrowisata di Tamansuruh. Serta, alat penunjang kebersihan dan keamanan seperti, penyediaan tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, masker, face shield, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, life ring buoy, tandu lipat, signage (papan imbauan), dan kacamata goggle.

"Kemenparekraf juga terus membantu mengangkat destinasi wisata di Banyuwangi dalam berbagai bentuk program, misalnya dalam Festival Parekraf online melalui kegiatan Talk Show dengan Kepala Dinas Pariwisata yang salah satunya mengundang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi," ungkap Wishnutama.

Tak hanya itu, Kemenparekraf juga akan melakukan Family Trip ke destinasi di Banyuwangi menggunakan jasa penyeberangan ASDP, Pelibatan Komunitas, kegiatan flash sale serta B2C Epic sale yang dilakukan dengan mitra e-commerce.

Wishnutama juga menyampaikan tren pariwisata setelah pandemi COVID-19 telah berubah yang bermuara pada quality tourism atau perjalanan pariwisata yang lebih berkualitas. Untuk itu setiap daerah atau destinasi wisata harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan, terutama destinasi yang nantinya banyak dikunjungi wisatawan.

"Kesehatan masyarakat dan produktivitas perekonomian harus dijalankan dengan seimbang. Mengingat perubahan pola wisatawan membuat setiap destinasi wisata mesti mengedepankan protokol kesehatan," ujar Wishnutama.

Di sisi lain, Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan dengan bantuan yang diberikan oleh Kemenparekraf, pemulihan pariwisata dan ekonomi di Banyuwangi bisa segera pulih kembali hingga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Azwar menambahkan masyarakat Banyuwangi sebagian besar telah sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan teknologi serta sertifikasi protokol kesehatan di berbagai bidang usaha.

"Kami telah membuat aplikasi panduan kesehatan serta sertifikasi kebersihan dan kesehatan dari dinas kesehatan meliputi hotel, homestay, café, restoran, dan warung makan," tutur Azwar.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan di masa adaptasi kebiasaan baru ini, diharapkan vaksin COVID-19 bisa segera berhasil diproduksi dalam waktu dekat sehingga sektor pariwisata kembali bangkit dan Luhut berharap kondisi pariwisata akan lebih baik dari sebelumnya.



Simak Video "Wishnutama Sambut Gembira Dibukanya Kembali Wisata Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA