Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 03 Agu 2020 13:10 WIB

TRAVEL NEWS

Jawab Lostpacker, Kemenparekraf Tekankan Acara yang Berbeda

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Karya Lostpacker yang dicomot tanpa izin.
Foto: (@apiaward)
Jakarta -

Terkait konten yang diviralkan Lostpacker, Kemenparekraf memberi tanggapan. Disebutkan kalau acaranya berbeda penyelenggara.

Pagi tadi, traveler sekaligus pencipta video @Lostpacker memberitakan kegelisahannya seputar video miliknya yang dicomot ulang tanpa menyertakan sumber resmi miliknya di akun Instagram Anugerah Pesona Indonesia atau @apiaward.

Selain me-mention akun @apiaward, @Lostpacker yang memiliki nama asli Sutiknyo juga me-mention pihak Kemenparekraf/@kemenparekraf.ri sebagai penyelenggara event tahunan tersebut.

[Gambas:Instagram]



detikcom melakukan penelurusan kepada pihak Kemenparekraf lebih dulu via pesan singkat, Senin (3/8/2020). Ternyata setelah dikonfirmasi lebih lanjut, akun Instagram beserta acara bertajuk @apiaward itu bukanlah acara yang diselenggarakan Kemenparekraf.

"Di Tahun 2020 ini, Kemenparekraf/Baparekraf tidak ada dukungan untuk kegiatan API Awards 2020. Sehingga seluruh materi yang terpublikasikan terkait API Award ini sepenuhnya adalah produksi dan tanggungjawab penyelenggara dalam hal ini adalah Ayo Jalan-Jalan. Pihak penyelenggara pun tidak pernah meminta materi atau pun berdiskusi kepada Kemenparekraf/Baparekraf terkait Materi yang mereka publikasikan," bunyi pernyataan resmi Kemenparekraf.

Terkait tindakan pengambilan konten tanpa izin, Kemenparekraf sangat tidak mendukung. Disebutnya, pihak Kemenparekraf malah tengah gencar menggalakkan hak cipta atas suatu karya.

"Jadi bukan Kemenparekraf yang nyomot karya orang. Kami sangat paham mengenai copyright dan IP. Malah kita sedang gencar mendorong agar pelaku Ekraf memanfaatkan HKI," bunyi lanjutannya.

Terpisah, detikcom juga menghubungi panitia Ketua Panitia Penyelenggara Anugerah Pesona Indonesia 2020 yang bernama Hiro. Beliau turut memberikan klarifikasi.

"Kami sudah klarifikasi masalah tersebut, pokoknya sudah selesaikan lah. Fotonya sudah kami turunkan. Jadi dalam penyelenggaraan acara ini kalau dari daerah belum mengirimkan foto atau tidak sempat mengirimkan foto tim kami akan riset, kami googling biasanya. Dapat fotonya, karena ini banyak kami tentukan sesuai hasil tersebut," pungkas Hiro via sambungan telepon.

Dijelaskan lebih lanjut, Anugerah Pesona Indonesia atau @apiaward merupakan acara tahunan yang diadakan rutin oleh travel magazine Ayo Jalan-jalan.com dan tidak berhubungan langsung dengan Kemenparekraf.

"Ini bukan acaranya Kemenpar, tapi kita dapat dukungan dari Kemenpar. Itu dalam artian tempat dan piala, 2017, 2018 sampai 2019, ada surat rekomendasi semua. Tahun ini pun kami lakukan hal yang sama. Belum ada surat rekomendasi dari Kemenpar, tapi ini bukan acaranya Kemenpar dalam artian ini inisiatif kami sendiri sebagai pemain pariwisata dan mengangkat pariwisata di daerah," jelas Hiro.

"Ayo jalan-jalan ini travel magazine yang kami bikin untuk promosikan pariwisata, tapi sebagai pusat informasi saja," tambahnya.

Sesuai kata Hiro, saat ini unggahan @apiaward yang memuat karya Sutiknyo telah diturunkan.



Simak Video "Sebelum Jakarta, Ini Deretan Dentuman Misterius di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA