Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Agu 2020 20:06 WIB

TRAVEL NEWS

Buka Wisata Buat Wisman, Pemprov Bali Lihat Sikon

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace)
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Istimewa)
Kintamani -

Penyebaran kasus COVID-19 masih terjadi di Bali. Terkait soal itu, Pemprov Bali mempertimbangkan rencana untuk membuka wisata bagi wisman.

Saat ini, Bali memang telah membuka diri bagi wisatawan domestik dengan syarat dan aturan ketat. Hanya untuk wisman, rencananya Bali akan membuka pintu pada 11 September 2020 mendatang.

Adapun berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di provinsi Bali hingga hari Minggu kemarin (9/8), jumlah kasus positif di Bali telah mencapai 3.779 orang dengan sekitar 3.269 pasien (86,50 persen) telah sembuh.

Sedangkan yang masih berada dalam perawatan sebanyak 461 orang (12,2 persen) dan yang meninggal sebanyak 49 orang (1,3 persen).

"Kami masih melihat perkembangan kasus COVID-19, mudah-mudahan jumlah pasien yang sembuh bisa lebih banyak dari kasus baru. Kalau kondisi ini bisa dipegang flat begini saja, mudah-mudahan bisa dibuka terbatas untuk tempat-tempat tertentu," kata Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace dalam kegiatan "Digitalisasi Wisata dan UMKM Bangli berbasis QRIS BPD Bali Mobile" hari Minggu lalu seperti dilansir detikcom dari Antara, Rabu (12/8/2020).

Cok Ace menambahkan, untuk tempat-tempat wisata yang dinilai belum siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tentu tak akan dipaksakan untuk dibuka.

"Kami selalu menggunakan momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa pemerintah, swasta dan masyarakat terus berupaya menanamkan keyakinan pada masyarakat luar bahwa kita telah menyiapkan agar Bali tetap kondusif. Di antaranya melalui kegiatan seperti ini," tambahnya.

Di masa normal, Bali didatangi oleh sekitar 14 ribu wisman per harinya. Hanya apabila pembatasan dilakukan, hal itu juga akan berdampak pada jumlah kapasitas penumpang pesawat.

"Ketika pesawat hanya boleh terisi 60 persen dari kapasitasnya, kalau dianggap full sekarang jadi 8.400 per hari. Itu jika dalam kondisi pariwisata bagus berarti. Tetapi kalau sampai di bawah 5.000, itu artinya sama dengan kondisi tahun 2002 saat Bom Bali yang per hari rata-rata 3.500 sampai 4.000 wisatawan. Bahkan sempat terendah 800 orang per hari, cuma itu tidak lama," ujarnya.

Hanya dalam kondisi kini, pariwisata Bali bisa disebut mencapai titik terendah. Menurut Cok Ace, dalam beberapa bulan lalu kunjungan wisman ke Bali dapat dikatakan nol karena tiada penerbangan.

Tantangan berikut menurutnya juga kembali pada minat wisatawan. Seandainya negara-negara dunia telah membuka kembali perbatasannya, hal itu tak akan banyak berguna apabila Indonesia masih menutup diri.

"Apalagi Indonesia ini luas, dan di beberapa provinsi kasus COVID-19-nya juga fluktuatif," tutup Cok Ace.



Simak Video "Segar Seru Panen Jeruk Kintamani Desa Katung Bangli"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA