Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 15 Agu 2020 15:29 WIB

TRAVEL NEWS

Atlet Panjat Tebing Bentangkan Kain Merah Putih Raksasa di Pekalongan

Robby Bernardi
detikTravel
Atlit Panjat Tebing, Bentangkan Kain Merah Putih Raksasa DI Jembatan Lolong
FPTI Pekalongan membentangkan bendera merah putih raksasa. (Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya membentangkan kain merah-putih raksasa.

Kain merah-putih yang berukuran 10x15 meter itu dibentangkan di jembatan Lengkung Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (15/8/2020). Jembatan Lengkung Lolong merupakan jembatan peninggalan penjajah Belanda dengan ketinggian sekitar 25 meter, yang sampai saat ini masih digunakan warga setempat.

Jembatan ini dibuat sekitar tahun 1921 dengan panjang 40 meter dan lebar 3 meter. Jembatan ini mempunyai sejarah panjang dan kelam saat penjajah Belanda. Bagaimana tidak, jembatan yang dibangun Belanda ini menggunakan tenaga paksa warga sekitar.

Atlit Panjat Tebing, Bentangkan Kain Merah Putih Raksasa DI Jembatan LolongFoto: Robby Bernardi/detikcom

Selain itu, di atas jembatan tersebut digunakan untuk mengeksekusi para pejuang pada zaman dulu. Tidak mengherankan bila, saat kain merah-putih dibentangkan di Jembatan Lolong ini, warga yang melintas maupun yang berkunjung memberikan hormat, layaknya pengibaran bendera Merah-Putih.

Wahyu Kuncoro, Ketua FPTI Kabupaten Pekalongan, kepada detikcom saat ditemui di lokasi pembentangan kain merah putih, mengatakan pembentangan kain merah putih di Jembatan Lengkung Lolong tersebut untuk mengingat kembali para pahlawan yang telah gugur untuk meraih kemerdekaan.

"Sebagai generasi penerus, diharapkan bisa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif," kata Wahyu Kuncoro.

Atlit Panjat Tebing, Bentangkan Kain Merah Putih Raksasa DI Jembatan LolongFoto: Robby Bernardi/detikcom

Rencananya, bentangan kain merah putih untuk memperingati HUT RI itu akan kembali diturunkan pada Senin sore (17/08) setelah peringatan HUT RI.

Masih menurut Wahyu, pembentangan kain merah putih sendiri melibatkan sekitar 30 atlet panjat tebing, baik dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, maupun Kabupaten Batang.

"Namun yang membentangkan kain raksasa ini melibatkan tiga belas atlet panjat tebing," dia menambahkan.

Pembentangan kain merah putih raksasa ini memiliki tantangan tersendiri bagi para atlet panjat tebing. Sebab, selain harus dilakukan dengan atlet yang profesional, juga dilakukan perkiraan embusan angin yang dikhawatirkan akan membuat kain raksasa justru akan naik ke jembatan dan membahayakan warga pelintas.

"Kain ini memang kita sesuaikan karena posisinya ada di bawah jembatan, sehingga kita menggunakan jenis dua kain yang berbeda, agak bisa menerima angin," dia menjelaskan.

Atlit Panjat Tebing, Bentangkan Kain Merah Putih Raksasa DI Jembatan LolongFoto: Robby Bernardi/detikcom


Diharapkan pembentangan kain merah putih ini akan mengingatkan kembali tentang pengorbanan para pejuang dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan di lokasi yang sama menambahkan pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh para atlet panjat tebing.

"Kita apresiasi dengan adanya kegiatan yang unik dan langka ini untuk memperingati HUT RI. Kita juga salut atas semangat para atlet panjat tebing yang tentunya dengan protokol kesehatan di tengah pandemi virus Corona ini masih bersemangat mengobarkan semangat nasionalisme," katanya.



Simak Video "Cekcok Jadi Alasan Suami Bakar Diri dan Keluarga di Pekalongan "
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA