Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Sep 2020 17:06 WIB

TRAVEL NEWS

Karyawan JungleLand Belum Digaji 6 Bulan, Curhatnya ke Nia Ramadhani

Tim detikcom
detikTravel
Taman rekreasi di Sentul, Bogor
Foto: Johanes Randy
Bogor -

Karyawan salah satu tempat wisata di Jawa Barat, JungleLand mengeluh belum digaji selama 6 bulan. Mereka pun curhat ke Nia Ramadhani.

"Mbak sangat kaya sekali. Mbak tolong kash tau ke keluarga besar bakrie kalo kita jungleland blum di gaji ini selama 6 bulan menunggu belum di bayar juga.. tapi mbak terlihat menawan atas kekayaan itu.. smga bisa tersampaikan," tulis akun @rizaldinaldianputra di akun Instagram Nia Ramadhani.

KomentarRizal 2 hari yang lalu sudah direspons sekitar 800 netizen lainnya. Karyawan berusaha menghubungi pengelola tempat wisata itu lewat Nia Ramadhani yang merupakan istri dari Anindra Ardiansyah Bakrie (Ardi Bakrie).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dari detikFinance, JungleLand berada di bawah naungan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE). Perusahaan ini memayungi JungleLand Sentul dan The Jungle Bogor. Selanjutnya, JGLE merupakan anak usaha dari PT Surya Global Nusantara dengan kepemilikan 38,76%. Lalu, PT Surya Global Nusantara merupakan anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) Tbk dengan kepemilikan 100%.

ELTY merupakan bagian dari Bakrie Group. Dengan begitu, adapun hubungan Nia dan JungleLand karena suaminya, Anindra Ardiansyah Bakrie merupakan bagian dari grup bisnis tersebut.

Sementara itu mengutip CNBC Indonesia, Rizal mengonfirmasi bahwa dia dan karyawan lainnya hingga saat ini belum digaji. Dia bekerja di Grup JungleLand, tepatnya Jungle Adventure Theme. Sementara Nia belum merespons soal komentar-komentar panas netizen. Rizal menjelaskan dia dan teman-temannya bekerja dari Februari - Maret, itu real bekerja tetapi mereka tidak digaji.

"Lalu kita meeting akan terealisasikan katanya bulan April dibayarkan. Nah itu meleset tidak dibayarkan juga. Lalu ada meeting lagi. Katanya bulan September paling lambat akan dibayarkan," jelasnya.

"Sekarang sudah masuk September dan tanggal akhir juga. Jadi kita mendongkrak media sosial biar tidak gagal lagi dan parah BPJS Ketenagakerjaan dari tahun 2017 hingga 2020 itu tidak pernah disetorkan oleh perusahaan. Dan paling parah juga THR tahun kemaren kita juga tidak dibayarkan," ujarnya.

"Untuk pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan, kami akan menjawabnya, namun kemungkinan ada slow response mengingat pertanyaannya berkaitan dengan berbagai divisi di perseroan, serta saat ini banyak karyawan yang melakukan WFH [work from home]," kata Santoso Budi, Corporate Secretary dan Chief Legal Officer JGLE, saat dimintai konfirmasi soal ini.

Santoso, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 18 Agustus lalu, mengatakan perusahaan memang terganggu oleh Covid-19 yakni dalam hal penghentian operasional total selama 3 bulan lebih.

Beberapa perusahaan di bawah kendali bisnis grup yakni Aston Bogor Hotel & Resort, The Jungle Waterpark, dan Jungle Adventure Theme Park Sentul.

Dia menjelaskan, Aston Bogor Hotel & Resort mulai berhenti beroperasi pada 22 Maret 2020 kemudian pada 13 Juni 2020 mulai beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Adapun The Jungle Waterpark mulai berhenti beroperasi pada 20 Maret 2020 baru pada 18 Juli mulai beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Jungle Adventure Theme Park Sentul mulai berhenti beroperasi pada 20 Maret dan hingga saat ini belum beroperasi kembali.

Jumlah tenaga kerja per Desember 2019 yakni sebanyak 901 orang baik tetap dan tidak tetap, sementara hingga 18 Agustus menjadi sebanyak 797 orang dengan jumlah PHK 104 karyawan.

"Terdapat 774 karyawan yang terkena dampak pemotongan gaji karena jumlah hari dan jam kerja berkurang karena diterapkannya WFH dan karena pengaturan shift kerja."

"Terdapat pemutusan terhadap 104 karyawan terdiri dari, karyawan pensiun sebanyak 5 orang, karyawan mengundurkan diri sebanyak 17 orang, habis masa kontrak 78 orang dam mutasi ke sister company 2 orang."

Dari sisi kinerja, katanya, laba perusahaan diprediksi turun 75% untuk periode semester I-2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.



Simak Video "Meski Sibuk, Nia Ramadhani Mengaku Keluarga Tetap Jadi Prioritas"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA