Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Sep 2020 16:01 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Vanuatu, Negara yang Singgung Isu HAM Papua di Sidang PBB

Putu Intan
detikTravel
Vanuatu
Vanuatu. Foto: (iStock)
Jakarta -

Vanuatu ramai diperbincangkan usai perwakilan Indonesia meminta negara itu berhenti mencampuri urusan Papua. Seperti apa sih negara Vanuatu itu?

Dalam sidang Majelis Umum PBB, Minggu (27/9/2020) Perdana Menteri Vanuatu Bob Loughman menuduh Indonesia melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua. Pada kesempatan itu, Indonesia yang diwakili Silvany Austin Pasaribu mengatakan bahwa Vanuatu memiliki obsesi yang berlebihan dan meminta negara itu berhenti mencampuri urusan Papua.

Publik pun ramai mempertanyakan tentang Vanuatu yang namanya masih jarang terdengar bagi sebagian orang. detik Travel akan mengajak traveler berkenalan sejenak dengan Vanuatu.

Vanuatu merupakan salah satu negara yang terletak di kawasan Pasifik. Negara ini berada di sebelah timur Australia dan berdekatan dengan negara Pasifik lainnya seperti Fiji dan Kepulauan Solomon.

Wilayah Vanuatu pertama kali ditemukan oleh bangsa Spanyol pada 1606. Hingga pada 1880, Vanuatu jauh ke tangan Prancis dan Inggris. Mereka baru merdeka pada 30 Juli 1980.

Ukuran negara ini terbilang kecil, populasi penduduknya hanya 298 ribu. Sementara luasnya mencapai 12.189 kilometer persegi.

Mirip seperti Indonesia, Vanuatu juga merupakan negara kepulauan. Vanuatu memiliki 80 pulau, di mana ibu kotanya yakni Port Vila terletak di Pulau Efate.

Vanuatu kerap menyinggung isu Papua dan mendukung kemerdekaan Papua karena didasari solidaritas ras. Vanuatu dan Papua memiliki kesamaan ras yakni Melanesia. Namun di Vanuatu sendiri, terdapat beragam budaya. Mereka bahkan memiliki 139 bahasa yang berbeda.

EFATE, VANUATU - NOVEMBER 30: Kids play at Eton Beach on November 30, 2019 in Efate, Vanuatu. Satellite data show sea level has risen about 6mm per year around Vanuatu since 1993, a rate nearly twice the global average, while temperatures have been increasing since 1950. 25 percent of Vanuatu's 276,000 citizens lost their homes in 2015 when Cyclone Pam, a category 5 storm, devastated the South Pacific archipelago of 83 islands while wiping out two-thirds of its GDP. Scientists have forecast that the strength of South Pacific cyclones will increase because of global warming. Vanuatu's government is considering suing the world's major pollution emitters in a radical effort to confront global warming challenges and curb global emissions, to which it is a very small contributor. (Photo by Mario Tama/Getty Images)Masyarakat Vanuatu. Foto: Getty Images

Menurut laporan BBC pada Februari 2020, Vanuatu termasuk dalam empat besar negara paling bahagia di dunia. Gelar ini dihimpun dari Happy Planet Index yang menilai kebahagiaan suatu negara berdasarkan kriteria kesejahteraan bangsa, harapan hidup dan tingkat ketimpangan, dan ekologi.

Negara ini disebut bahagia karena penduduknya memiliki akses pada tanah. Mereka mampu mengembangkan pertanian seperti ubi jalar hingga tanaman kava.

Namun Vanuatu memiliki kerentanan pada bencana alam. Menurut catatan United Nations University pada 2014, Vanuatu adalah negara paling berisiko terdampak bencana alam di dunia.

Seperti Indonesia, Vanuatu juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang tak asing dengan gempa dan gunung meletus. Pulau-pulau di sana juga terancam tenggelam karena perubahan iklim.

Di tengah isu pandemi Corona, pada April 2020, Vanuatu mengklaim negaranya bebas Corona. Kondisi negaranya yang berbentuk kepulauan diyakini menjadi faktor penghambat penyebaran Corona.

Kala itu, negara yang kerap menjadi destinasi wisata itu memberlakukan masa karantina selama 14 hari bagi wisatawan. Lokasinya di resort yang terdapat di Port Villa.

Selain itu, Vanuatu juga melarang kapal pesiar bersandar. Mereka juga menutup penerbangan dari dan ke Vanuatu. Sementara itu untuk kegiatan perekonomian, Vanuatu tetap mengizinkan layanan publik, restoran, dan hotel beroperasi. Dengan syarat tetap memberlakukan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan dan mengizinkan mereka beroperasi hingga pukul 19.30 malam.



Simak Video "Vanuatu Angkat Isu Papua di Sidang Umum PBB, RI Merespons Tegas"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA