Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Okt 2020 22:00 WIB

TRAVEL NEWS

Travel Bubble Australia-Selandia Baru Tercipta, tapi Hanya Satu Arah

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Sydney
Ilustrasi (Foto: Tourism Australia)
Sydney -

Australia akan memberlakukan koridor perjalanan baru yang aman dari virus Corona atau travel bubble dengan Selandia Baru. Aturan ini untuk memungkinkan turis bebas karantina.

Diberitakan CNN, Selasa (6/10/2020) penerbangannya kemungkinan akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang. Tapi masih ada kendala.

Awalnya perjalanan bebas karantina hanya akan satu arah, dari Selandia Baru ke Australia, dan sejumlah tujuan akan dimasukkan dalam kesepakatan itu, menurut Wakil Perdana Menteri Australia Michael McCormack.

Berbicara pada konferensi pers di Canberra Jumat, McCormack mengatakan negara bagian dan teritori Australia yang mengikuti pembatasan perjalanan yang disetujui persemakmuran dapat dimasukkan dalam aturan baru ini.

Untuk saat ini, gelembung perjalanan hanya akan mencakup New South Wales dan Northern Territory. Aturan itu akan dimulai pada pukul 12.01 pada hari Jumat, 16 Oktober.

McCormack mengatakan warga Selandia Baru yang tidak berada di hotspot virus Corona dalam 14 hari sebelumnya akan diizinkan memasuki Australia tanpa harus karantina. Berdasarkan aturan yang ada saat ini, siapa pun yang terbang ke Australia harus menjalani 14 hari karantina hotel wajib, dengan biaya sendiri.

"Ini adalah tahap pertama yang kami harap dapat dilihat sebagai travel bubble trans-Tasman antara kedua negara, bukan hanya negara bagian itu dan teritori itu," kata McCormack.

Politisi Australia tampaknya lebih terpikat dengan gagasan itu daripada penerapan di seluruh wilayah Tasman.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, mengatakan pada Jumat bahwa warga Selandia Baru yang menerima tawaran travel bubble Australia masih harus karantina saat mereka kembali.

"Kami tidak akan membuka perbatasan untuk perjalanan bebas karantina dengan Australia sampai aman dilakukan karena melakukannya terlalu dini berisiko kehilangan semua kebebasan yang sudah kami miliki dalam ekonomi kami," katanya.

Selandia Baru memiliki salah satu tingkat infeksi virus Corona terendah di dunia, dengan hanya 1.858 kasus yang dikonfirmasi secara keseluruhan per tanggal 6 Oktober pukul 11.00 WIB. Sementara Australia masih berupaya mengendalikan wabah di kota terbesar kedua di Melbourne.

Diskusi tentang travel bubble yang potensial telah berlangsung setidaknya sejak Mei. McCormack mengatakan Departemen Kesehatan Australia telah menetapkan bahwa Selandia Baru memiliki risiko rendah penularan COVID-19 ke Australia.

Wakil perdana menteri mengatakan gelembung perjalanan baru ini akan membebaskan ruang bagi hampir 325 penumpang per minggu untuk memasuki karantina di Sydney sehingga lebih banyak orang Australia di luar negeri dapat kembali ke rumah.

Selama berbulan-bulan, pemerintah Australia telah memberlakukan pembatasan jumlah warga yang diizinkan terbang ke negara itu untuk mengurangi tekanan pada sistem karantina hotel. Ribuan orang masih terjebak di luar negeri.

Saat ini, perbatasan Selandia Baru ditutup untuk pelancong internasional di bawah pembatasan yang diberlakukan untuk membatasi penyebaran virus Corona. McCormack mengatakan terserah Ardern untuk memutuskan apakah akan membuat pengecualian untuk warga Australia.

McCormack mengatakan Australia Selatan kemungkinan akan menjadi negara bagian berikutnya yang menyetujui aturan travel bubble ini. Namun dia tidak dapat memastikannya.



Simak Video "Kebijakan 'Air Travel Bubble' Hong Kong-Singapura di Masa Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA