Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Okt 2020 14:07 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Tikus Got, Si Tukang Makan yang Punya Banyak Skill

Tikus got raksasa ditemukan di Meksiko
Boneka tikus got raksasa Foto: (dok. Istimewa)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan tikus got raksasa yang ditemukan di Meksiko. Walau ternyata bukan sungguhan karena cuma boneka saja, tapi sudah berhasil buat orang-orang merasa ngeri.

Pasalnya, tikus got dikenal dengan pembawa penyakit dan kotoran sehingga banyak tak disukai manusia. Hewan ini juga mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi, sehingga mereka bisa singgah di setiap area dimana manusia tinggal.

Dikumpulkan dari berbagai sumber oleh detikcom, tikus got atau bahasa ilmiahnya Rattus norvegius adalah hewan omnivora sejati, jadi wajar saja jika bisa bertahan hidup dimanapun dia berada. Mulai dari buah-buahan, sereal, sayur-sayuran hingga sisa makanan kita semua dilahap olehnya.

Tikus gotTikus got bisa makan apa saja yang dia temui. Foto: (Getty Images/iStockphoto/igorr1)

Biarpun nama latinnya memiliki arti tikus Norwegia, hewan ini bukan berasal dari Norwegia tapi diperkirakan berasal dari Tiongkok utara. Kini populasinya sudah menyebar ke seluruh benua, kecuali Antartika.

Rattus norvegius hidup dalam kelompok besar dan hierarkis. Ketika makanan terbatas, tikus yang lebih rendah dalam tatanan sosial adalah yang pertama kali mati. Lalu, jika sebagian besar populasi tikus dimusnahkan, tikus yang tersisa akan meningkatkan kembali laju reproduksinya dan dengan cepat memulihkan kembali tingkat populasi lama. Betinanya mampu hamil segera setelah melahirkan.

Jika ruang hidupnya terbatas, tikus bisa berubah jadi agresif yang mengakibatkan kematian beberapa hewan. Untuk mempertahankan wilayahnya dari tikus asing, dia akan mengibaskan rambutnya, mendesis, menjerit dan menggerakkan ekornya.

Dia yang hidup aktif di malam hari memiliki beberapa kemampuan hebat lho. Tikus got adalah perenang yang andal, baik di permukaan maupun di dalam air. Tikus ini juga bisa memanjat tiang logam bundar beberapa meter untuk menggapai makanan burung taman.

Selain itu, untuk perihal gali-menggali, jangan ditanya, tikus coklat ini juga memiliki kemampuan menggali yang baik. Bahkan sebuah studi menemukan tikus got memiliki kemampuan mental yang hanya ditemukan pada manusia dan beberapa primata. Tapi, analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mereka mungkin mengikuti prinsip pengkondisian operan sederhana.

Biarpun punya berbagai kelebihan, tikus got yang hidup di tempat yang kotor dan merupakan hewan omnivora, membawa sejumlah penyakit. Di antaranya penyakit Leptospirosis yang ditularkan melalui air seni hewan yang terinfeksi, demam gigitan tikus hingga sindrom paru hantavirus (HPS) yang bisa menyebabkan infeksi yang terjadi karena menghirup udara yang tercemar oleh urine dan kotoran tikus.

Beberapa waktu lalu, soal hantavirus ini jadi trending di tengah pandemi virus Corona gara-gara seorang warga Provinsi Yunnan disebut meninggal dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong dengan bus sewaan. Hati-hati ya travelers kalau bertemu tikus ini.



Simak Video "Jalan Garuda, Spot Kuliner Terpopuler di Kupang Nusa Tenggara Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA