Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 17 Okt 2020 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Adakah Kisah Tentang Kota Mekah dan Haji yang Belum Diceritakan?

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
FILE - In this March 7, 2020 file photo, the sun sets at the site of the Grand Mosque, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, as authorities emptied Islams holiest site for sterilization over fears of the new coronavirus. This was supposed to be Saudi Arabias year to shine as host of the prestigious G20 gathering of world leaders. Instead, due to the pandemic, the gathering this November will likely be a virtual meet-up, stripping its host of the pomp that would have accompanied televised arrivals on Riyadhs tarmac. Even the upcoming hajj pilgrimage faces the possibility of being canceled or dramatically pared down. (AP Photo/Amr Nabil, File)
Kakbah di Masjidil Haram, Mekah (Foto: AP Photo/Amr Nabil, File)
London -

Apakah traveler merasa dekat dengan Kota Mekah di Arab Saudi? Lalu, apakah kedekatan itu membuat traveler tahu semua hal tentang kota itu?

Inilah kisah tentang Mekah yang belum pernah diceritakan sebelumnya. Bila traveler ingin tahu maka harus datang ke pamerannya di London.

Diketahui bahwa ribuan orang mulai bepergian ke Mekah menggunakan unta pada abad ketujuh. Kini, tiga juta jemaah datang ke Mekah untuk pergi haji.

Kisah perjalanan itu dirayakan dalam sebuah pameran besar pertama yang didedikasikan untuk momen haji. Pameran ini dibuka di British Museum London pada 26 Januari.

Apa yang akan dipamerkan? Perwakilan museum telah mendapatkan pinjaman benda-benda sakral, gambar, dan cerita manusia dari jemaah di zaman dulu hingga sekarang.

"Kami berharap bisa melewati kesulitan perjalanan di masa lalu ketika harus menempuh perjalanan jauh dengan unta atau kapal laut dan bisa memakan waktu dua tahun untuk pulang pergi," kata Venetia Porter, kurator pameran.

"Sekarang tentu saja kamu bisa naik pesawat," dia menambahkan.

"Pengalaman haji itu sendiri sepertinya tidak berubah. Jika Anda membaca catatan sejarah para peziarah di abad pertengahan, ritual mereka, bagaimana perasaan mereka, dan makna spiritual yang dalam sama seperti sekarang," dia menjelaskan.

Sejak pertama dilakukan dan kemudian muncul perubahan selama bertahun-tahun dalam pelaksanaan haji, rupanya ada hal yang tidak berubah. Nah, hal yang tidak berubah itulah yang paling mengejutkan Venetia.

Pameran itu terbagi dalam tiga bagian, yang pertama berfokus pada perjalanan ke Mekah. Ada gambaran khusus di sepanjang rute utama yang digunakan oleh jemaah Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Bagian kedua, berfokus pada haji di masa kini, ritualnya, dan apa arti pengalaman itu bagi para jemaah. Di ujung pameran, ada pembahasan tentang Kota Mekah itu sendiri, asal-usul dan betapa penting kota itu.

Butuh waktu lebih dari dua tahun bagi British Museum untuk mengumpulkan semua benda, termasuk kiswah yang menutupi pintu Kakbah, bahan arkeologi, manuskrip, tekstil, foto bersejarah, dan seni kontemporer.

Pameran ini diselenggarakan dengan bantuan Perpustakaan Umum King Abdulaziz di Riyadh. Mereka yang meminjami beberapa benda yang belum pernah dibawa ke luar Arab Saudi.

Untuk melengkapi pamerannya, British Museum mengundang umat muslim untuk menceritakan soal haji, Mekah dan lainnya di situs webnya. Ada ratusan kiriman.



Simak Video "Sederet Teknologi yang Digunakan Jemaah Haji di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA