Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Okt 2020 13:06 WIB

TRAVEL NEWS

AirAsia X: Kami Kehabisan Uang

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Airbus AirAsia
Foto: Dok AirAsia
Kuala Lumpur -

Maskapai penerbangan long haul AirAsia X sudah kehabisan uang dan butuh modal sebesar 500 juta ringgit (USD 120 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun) agar pesawat-pesawat mereka bisa beroperasi.

Larangan penerbangan selama pandemi virus Corona benar-benar membuat keuangan AirAsia X kacau balau. "Kami sudah kehabisan uang," ujar Deputy Chairman AirAsia X Lim Kian Onn seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (19/10/2020).

Maskapai harus melakukan restrukturisasi utang senilai 63,5 miliar ringgit dan memangkas modal sahamnya sebesar 90% untuk terus beroperasi. "Pastinya bank tidak akan membiayai perusahaan tanpa para pemegang sahamnya, baik yang baru atau lama, memberikan suntikan modal baru," ujarnya.

Dia mengatakan sebenarnya AirAsia saat ini memiliki kewajiban sebesar 2 miliar ringgit namun akan membengkak ke angka 63,5 miliar ringgit di masa depan karena mereka harus membayar biaya sewa pesawat dan membayar pesanan pesawat Airbus. Selain itu mereka juga harus merawat biaya perawatan mesin pesawat kepada Rolls-Royce.

"Jika kami mendapatkan ekuitas baru senilai 300 juta ringgit, maka dana pemegang saham adalah 300 juta pada saat memulai kembali bisnis dan jika kami dapat meminjam 200 juta ringgit, kami merasa bahwa kami akan memiliki platform yang baik untuk memulai dari awal lagi," ujar Lim.

Karena kesulitan finansial ini, AirAsia X berencana menghentikan operasi dari Indonesia. Mereka juga sudah memutuskan untuk mengurangi saham di Thai AirAsia X, meski maskapai Thailand itu tidak masuk dalam rencana restrukturisasi ini.

Tidak ada Merger dengan Rival

Lim juga menepis kemungkinan merger dengan maskapai Malaysia lainnya seperti Malaysia Airlines yang juga tengah mengalami kesulitan keuangan. Menurut Lim, tidak ada hasil yang bagus melakukan merger kedua perusahaan dalam situasi seperti ini.

Sementara itu di situs resmi AirAsia, disebutkan proses restrukturisasi sudah dimulai pada awal Oktober lalu dengan menunjuk Lim Kian Onn sebagai deputy chairman untuk menjadi kapten restrukturisasi AirAsia X.

Selama 2 bulan terakhir, AirAsia X sudah melakukan pembicaraan ekstensif dengan kreditornya.

"AirAsia X dan maskapai lain di seluruh dunia sedang berusaha untuk bertahan di tengah krisis pandemi virus Corona. Kami tetap berkomitmen pada konsumen kami, Allstars, partner bisnis dan shareholders, untuk memastikan bisnis yang berkelanjutan untuk maskapai ini, rencana restrukturisasi merupakan salah satu opsinya," ujar CEO
AirAsia X Benyamin Ismail.

Berikut rencana restrukturisasi AirAsia X:

A. Skema Restrukturisasi Utang

Usulan penyelesaian utang dan pembebasan utang yang melibatkan kreditur tanpa jaminan, yang bertujuan untuk memungkinkan maskapai melunasi kewajiban utangnya secara tertib dan mencapai struktur utang yang berkelanjutan dari arus kas operasi masa depan;

B. Revisi Rencana Bisnis Grup

rasionalisasi jaringan rute, penentuan ukuran armada pesawat terbang, perbaikan basis biaya dan optimalisasi tenaga kerja, semuanya bertujuan untuk memastikan bisnis yang lebih ramping dan berkelanjutan di masa depan;

C. Keterlibatan dengan Mitra Bisnis

Faktor kunci keberhasilan rencana restrukturisasi yang diusulkan termasuk dukungan dari mitra bisnis untuk melanjutkan hubungan jangka panjang sebelum dan sesudah restrukturisasi. AirAsia X terus melibatkan semua mitra bisnis utama dan berharap untuk menandatangani kontrak, perjanjian dan / atau pengaturan yang mencerminkan dan mendukung rencana bisnis yang direvisi maskapai setelah berhasil menyelesaikan restrukturisasi yang sangat penting untuk kelangsungan bisnis di masa depan;

D. Pelanggan Maskapai Penerbangan dan Agen Perjalanan

Unlimited Pass Holder AirAsia X dan konsumen dengan pemesanan penerbangan yang valid akan menerima kredit perjalanan dengan masa berlaku yang diperpanjang untuk perjalanan di masa mendatang atau pembelian inventaris kursi.

(ddn/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA