Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Okt 2020 14:02 WIB

TRAVEL NEWS

1 Komodo Mati Dunia Bisa Geger, Pembangunan Pasti Hati-hati

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Jakarta -

Pemerintah tengah menggenjot pembangunan Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, NTT.

Namun pembangunan itu banyak diprotes beberapa kalangan dan makin viral saat muncul foto Komodo yang berhadap-hadapan dengan truk. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno mengatakan pemerintah pasti hati-hati membangun kawasan Pulau Rinca.

Dari sisi luas yang dibangun menurutnya memang kecil. Pulau Rinca memiliki luas 20.000 hektar, sementara luas Lembah Loh Buaya adalah 500 hektar atau 2,5 persen dari luas Pulau Rinca. Estimasi populasi komodo di Pulau Rinca pada 2019 diperkirakan sebanyak 1.300 ekor, sementara populasi komodo di Lembah Loh Buaya sekitar 66 ekor.

"Dari segi luasan kecil, tapi karena komodo merupakan satwa milik global, satu (ekor) meninggal saja sama seperti orang utan, pasti akan geger seluruh dunia. Jadi kehati-hatian harus diterapkan. Ini yang akan segera kita tingkatkan lagi karena perhatian publik sangat besar," ujarnya saat diwawancara CNNIndonesia.com.

Mengenai foto yang viral itu, menurutnya bukan foto komodo yang berhadap-hadapan dengan truk. Hal itu terjadi karena memang kebetulan si komodo tengah lewat di lokasi proyek.

"Dia memang lewat di situ, setiap hari dicek pengawasan oleh 10 ranger. Nggak boleh ada satu ekor pun komodo yang mati. Oleh karena itu saya memastikan lagi. Kamis siang saya akan ke Rinca dari Jakarta, saya akan memastikan lagi protokol keselamatan pekerja dan komodo itu harus menjadi yang utama," ujarnya.

Dia mengatakan pembangunan di Pulau Rinca dilakukan agar wisatawan tidak lagi bersinggungan langsung dengan komodo seperti sekarang. Ia mengatakan bakal dibuat bangunan yang menggantung di atas daratan sehingga wisatawan bisa melihat komodo dari atas.

Dermaga di Pulau Rinca juga bakal diperbesar sehingga bisa menampung lebih banyak kapal. Menurutnya pembangunan wilayah yang termasuk wisata prioritas itu bakal rampung Juni 2021.

Merespons pemberitaan yang viral terkait komodo menghadang truk pembangunan, Wiratno mengatakan foto tersebut muncul karena area pembangunan saat itu masih dibuka untuk turis. Ia menyebut kini Menteri LHK Siti Nurbaya menginstruksikan agar wilayah konstruksi ditutup dari wisatawan.

"Sejak sekarang sudah tidak ada turis yang masuk ke situ. Bukan karena menutupi pembangunan, tapi semua yang under construction tidak boleh ada yang masuk karena membahayakan," katanya.

Sebelumnya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta KLHK turun tangan terkait kasus yang ramai dibahas masyarakat belakangan ini. Direktur WALHI NTT Umbu Wulang menilai proyek ini bakal mengganggu dan mengancam ekosistem komodo yang merupakan satwa langka.

Ia menilai langkah pemerintah membangun infrastruktur di tengah kawasan konservasi di Pulau Rinca seolah lebih mementingkan perkara pariwisata dibanding melindungi ekosistem komodo.

"Kalau kami melihatnya fenomena itu membuktikan kekhawatiran kita di awal, soal bahwa proses menjadikan kawasan konservasi Pulau Rinca di dalamnya juga masuk urusan-urusan wisata yang berbasis pada infrastruktur skala besar," katanya.

(ddn/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA