Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Okt 2020 07:09 WIB

TRAVEL NEWS

Gemas, Anak Badak Ini Mau Tidur Jika Ada Selimut

Syanti Mustika
detikTravel
22 September diperingati sebagai hari badak sedunia. Satwa paling ikonik dengan tanduknya yang khas ini terus terancam punah.
Ilustrasi badak (AP Photo/Schalk van Zuydam)
Jakarta -

Tingkah gemas hewan kali ini ditunjukkan oleh anak badak. Si anak badak itu hanya bisa tidur jika bersama selimut kesayangannya, lho.

Biasanya, anak-anak memiliki benda kesayangan yang tidak boleh ditinggal dan harus selalu mereka bawa ke manapun. Benda iu bisa boneka, selimut, bantal atau mainan lainnya.

Bahkan, tidak sedikit bocah yang tidak bisa tidur bila benda kesayangan itu tidak digenggam.

Rupanya, bukan hanya anak-anak manusia yang memiliki tingkah seperti itu. Apollo, anak badak juga mempunyai kebiasaan serupa.

Fakta itu dibagikan oleh Sheldrick Wildlife Trust. Dalam Twitternya mereka membagikan video singkat, bagaimana anak badak ini tidur dengan selimut kesayangannya.



Badak hitam yatim piatu, Apollo, telah tumbuh pesat sejak pertama kali diselamatkan setahun yang lalu. Tetapi kecintaannya pada selimut, yang dia angkat di atas kepalanya seperti tenda, sama kuatnya," tulis cuitan yang mengiringi video singkat ini.

Dalam video singkat itu terlihat Apollo tertidur pulas dengan tubuhnya yang ditutupi selimut. Sebenarnya itu adalah matras yang menutupi kepalanya, tapi digunakan sebagai selimut. Lucu ya.

Video berdurasi 17 detik ini dibagikan pada tanggal 28 Oktober dan telah ditonton lebih 8.700 kali dan terus bertambah. Sheldrick Wildlife Trust merupakan sebuah lembaga rehabilitasi dan penyelamatan bayi gajah dan konservasi satwa liar, termasuk badak, di Kenya.

Tentu saja tingkah Apollo ini membuat siapapun yang menonton videonya gemas tidak karuan. Mereka pun memberikan ragam komentar karena merasa terhibur dengan tingkah Apollo yang lucu.

Apollo merupakan badak kecil yatim piatu yang baru berumur 19 bulan. Dia diselamatkan pada 21 September 2019 saat para petugas menemukan dia berdiri di samping ibunya yang telah mati di Taman Nasional Tsavo West.

Konon ceritanya misi penyelamatan Apollo tidaklah mudah. Butuh dua pesawat dan beberapa tim untuk menyelamatkan anak badak berusia enam bulan itu. Walau usianya masih terbilang muda, namun dia berperawakan seperti tank kecil dan bisa memberikan pukulan yang serius.

Di usianya yang sekarang anak badak Apollo dirawat di Markas Besar Lapangan Kaluku. Bersama pengasuhnya Apollo menghabiskan waktu menjelajah hutan belantara yang nanti dia akan dilepas di sana.



Simak Video "Ratusan Warga Kenya Kehilangan Tempat Tinggal di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA