Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 22 Nov 2020 10:22 WIB

TRAVEL NEWS

Masuk Venesia Tidak Gratis Lagi?

Bonauli
detikTravel
venesia
Kanal di Venesia (Andreas Solaro/AFP/Getty Images)
Venesia -

Cantiknya si Kota Kanal membuat banyak wisatawan datang ke sana meski hanya satu hari saja. Tapi Venesia tak mau lagi kebanyakan turis dan berbayar.

Dilansir dari CNN, Venesia kebanyakan dikunjungi oleh wisatawan harian. Mereka yang liburan ke Italia, pasti singgah sebentar di sana.

Menurut data ada sekitar 30 juta wisatawan harian yang ke Venesia. Ini jelas membuat Venesia sesak dengan wisatawan.

Yang buruknya lagi, wisatawan yang datang pun nyeleneh. Mulai dari duduk di tengah jalan untuk makan, berenang dan perilaku buruk lainnya. Karena overtourism atau kelebihan turis, Otoritas Venesia sulit untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Untuk itu, Otoritas Venesia akan mengeluarkan kebijakan terbaru. Mulai tahun depan, Venesia akan mengenakan biaya bagi siapa pun yang masuk ke Venesia tanpa reservasi semalam.

"Mengingat situasi saat ini di sekitar pandemi Covid-19, kami telah memutuskan untuk membuat isyarat penting terkait dengan keinginan untuk mendorong kembalinya turis," ujar Michele Zuin, anggota dewa yang bertanggung jawab ata perekonomian.

Italia memang begitu terpukul dengan adanya pandemi. Ekonomi yang sebagian besar dari pariwisata, membuatnya menderita.

Penduduk setempat ingin wisatawan kembali. Tapi tak sedikit yang melihat ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki pariwisata.

"Kontribusi di accessi atau biaya akses akan diberi sesuai dengan seberapa sibuk kota dalam upaya untuk mencegah orang masuk pada hari-hari puncak, sehingga menyebar sepanjang musim," jelasnya.

Uang masuk ke Venesia akan dimulai pada Januari 2021. Rencananya tarif yang diberlakukan sampai USD 12 atau sekitar Rp 170 ribuan. Ini akan membuat wisatawan rela bermalam dan memasukkan uang lebih banyak ke kantong Venesia.

"Pemulihan diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun. Karena komunitas sangat membutuhkan bisnis, menunda pajak yang dirancang pada masa pra pendemi overtourism," ungkapnya.

"Namun kali ini tidak boleh disia-siakan. Penting untuk mengubah strategi pariwisata kota dengan berupaya agar industri tidak terlalu ekstraktif," tandasnya.

(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA