Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 02 Des 2020 13:07 WIB

TRAVEL NEWS

COVID di Turki Melonjak! Jam Malam di Hari Kerja dan Lockdown di Akhir Pekan

Bonauli
detikTravel
A view of deserted streets in Istanbul during a curfew Tuesday, Dec. 1, 2020, part of the new measures to try curb the spread of the coronavirus. Turkey had gone into the most widespread lockdown so far amid a surge in COVID-19 infections, extending curfews to weeknights and full lockdowns over weekends. The curfew would be implemented on weekdays between 9:00 pm and 5:00 am. He also announced total weekend lockdowns from 9:00 pm on Friday evenings to 5:00 am Monday. (AP Photo)
Jam malam di Turki (AP/STR)
Ankara -

Di tengah pandemi, Turki berani dalam mengambil langkah strategi penyelamatan pariwisata. Tapi kini Turki dipaksa untuk ambil mode diam alias lockdown.

Dilansir dari Reuters, Rabu (2/12/2020) Turki mengakui adanya peningkatan tajam kasus Corona jika biasanya jumlah infeksi harian mencapai sekitar 1.000an maka sejak akhir bulan November hingga beberapa hari terakhir mencapai 30 ribu! Jumlah infeksi yang terus meningkat hingga Presiden Tayyip Erdogan mengatakan bahwa ini rekor baru Turki.

"Kami mengambil langkah hati-hati untuk tidak mengubah krisis kesehatan menjadi krisis ekonomi dan sosial yang parah," kata dia.

Dengan ini, Turki akan memberlakukan jam malam pada hari kerja dan lockdown di akhir pekan. Untuk jam malam, tak ada yang boleh keluar rumah antara jam 21.00 sampai 05.00. Sementara di akhir pekan, tak ada yang boleh keluar sama sekali.

"Kebijakan ini berlaku pada hari Selasa (2/12), beberapa sektor termasuk rantai pasokan dan produksi akan dibebaskan dari kebijakan ini," ujarnya.

Presiden Erdogan mengakui bahwa transmisi di rumah saja telah meningkat. Sehingga warga diminta untuk berhenti menerima tamu sampai risiko penularan berkurang.

Sejauh ini, Turki telah mencatat 31.219 kasus per hari Senin (1/12). Dara ini dapat langsung dari Kementerian Kesehatan dan menunjukkan bahwa Turki menjadi negara keempat dengan gelar negara dengan kasus baru harian tertinggi di dunia.

Urutan pertama adalah Amerika Serikat, India dan Brasil. Negara-negara tersebut memang memiliki jumlah populasi yang lebih banyak dari Turki.

Selama empat bulan terakhir, Turki hanya melaporkan kasus-kasus yang bergejala saja. Tapi sejak Rabu lalu, semua kasus Corona dengan atau tanpa gejala mulai tercatat.

Yang mirisnya, jumlah korban kematian di Turki meningkat tajam selama delapan hari berturut-turut. Ada 188 kasus kematian dalam 24 jam terakhir di hari Senin, ini rekor tertinggi.

Dalam pemberantasan Covid-19, Turki telah menandatangani kontrak untuk membeli 50 juta dosis vaksin COVID-19 dari China's Sinovac Biotech Ltd.

"Turki akan memulai vaksinasi pada Desember dan memprioritaskan petugas kesehatan," tutup Erdogan.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA