Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Des 2020 09:17 WIB

TRAVEL NEWS

Sabar, Thailand Baru Buka Pintu Buat Turis Juni 2021

Bonauli
detikTravel
pantai
Phi Phi Island (Thinkstock)
Bangkok -

Pandemi yang masih melanda dunia membuat Thailand masih tutup pintu untuk turis. Tapi Juni 2021 mendatang, Thailand akan buka diri untuk semua negara.

Dilansir dari Travel Daily Media, Menteri Olahraga dan Pariwisata, Pipat Ratchakitprakan mengumumkan bahwa pariwisata Thailand akan tutup hingga kuartal kedua tahun depan.

Memang, belakangan Thailand sudah memperbolehkan turis dari beberapa negara untuk datang. Namun mereka harus memiliki visa turis khusus yang dikeluarkan pemerintah.

Turis juga harus tinggal di Thailand untuk waktu yang lama. Belum lagi, hanya sebagian kecil destinasi yang boleh dikunjungi oleh turis. Contohnya saja Phuket.

Kebijakan ini menggagalkan harapan untuk dapat cuan di high season 2020/2021 alias tahun baru. Thailand akan tutup sampai Maret 2021.

"Untuk saat ini, negara akan terus membuka peluang bagi pengusaha, ahli teknik, pekerja tingkat tinggi dan mereka yang bekerja di bidang medis," ujar Pipat.

Sampai saat ini negara-negara yang boleh masuk adalah

1. Australia
2. Bahrain
3. Brasil
4. China
5. Kuba
6. El Salvador
7. Estonia
8. Fiji
9. Finlandia
10. Hong Kong
11. Pantai Teluk Gading
12. Kazakhstan
13. Macao
14. Mongolia
15. Selandia Baru
16. Norwegia
17. Qatar
18. Korea
19. Rwanda
20. Arab Saudi
21. Singapura
22. Taiwan
23. Uruguay
24. Vietnam

"Karantina 14 hari akan berlanjut untuk saat ini, karena banyak negara masih dalam berada dalam cengkeraman pandemi," jelasnya.

Turis Indonesia sendiri sebenarnya sudah bisa berlibur ke Thailand. Namun ada beberapa syarat yang harus dilengkapi.

Traveler tidak bisa menggunakan STV seperti turis lain. Warga Indonesia harus mengajukan Touris Visa ke Kedutaan Besar Thailand mulai akhir November 2020. Kebijakan TR yang berlaku untuk turis Indonesia karena STV hanya berlaku untuk negara yang masuk kategori rendah risiko.

Langkah ini berkaitan dengan desakan Asosiasi Hotel Thailand dan Asosiasi Agen Perjalanan Thailand untuk membatalkan atau mempersingkat karantina wajib bagi semua pelancong yang masuk.

Koridor perjalanan dengan negara tetangga yang berisiko rendah juga masuk dalam usulan. Sementara, Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha masih mendesa masyarakat untuk berhati-hati mencegah penyebaran Covid-19.

(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA