Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 16 Des 2020 19:46 WIB

TRAVEL NEWS

Libur Akhir Tahun, Plt Bupati Kudus Berencana Tutup Tempat Wisata

Dian Utoro Aji
detikTravel
Plt Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan di temui di lingkungan pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (16/12/2020).
Museum Kretek, salah satu destinasi wisata di Kudus, Jateng. (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Kudus -

Plt Bupati Kudus HM Hartopo berencana menutup semua objek wisata Kudus saat libur akhir tahun dan cuti bersama Desember 2020. Itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Kudus pasang kuda-kuda menjelang libur tahun baru saat pandemi virus Corona. Menimbang kasus positif COVID-19 yang terus meningkat, Kudus mewacanakan untuk menutup tempat wisata saat libur kahir tahun.

"Nanti (terkait dengan wisata saat libur natal dan tahun baru) akan kita koordinasikan dulu dengan teman-teman forkopimda. Kalau saya, ide saya, tahun baru semua pariwisata akan kita tutup," kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan saat ditemui di lingkungan pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (16/12/2020).

"Itu dari saya, tapi nanti hasil koordinasi dengan teman-teman. Masih tanda tanya, kalau saya tok yang lain tidak setuju," Hartopo menambahkan.

Hartopo mengatakan akan menggodok secara matang wacana itu. Sebab, ada sisi ekonomi yang perlu menjadi pertimbangan.

"Akhirnya (hasilnya belum tahu, wisata ditutup apa tidak) belum tahu. Kalau saya kaya gitu terlalu ekstrem, sembarang kita tutup. Kalau saya inginnya seperti itu, tapi nanti kita tergantung nanti," ujar Hartopo.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan di temui di lingkungan pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (16/12/2020).Plt Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan ditemui di lingkungan pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (16/12/2020). (Dian Utoro Aji/detikTravel)

Dia memiliki alasan sendiri dalam mewacanakan penutupan wisata Kudus saat tahun baru. Menurutnya jika wisata ditutup akan mencegah kerumunan dan mengantisipasi lonjakan kasus penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Ya supaya tidak ada bepergian pariwisata di Kudus. Seperti ada luar kota. Ini skala untuk berkegiatan kita antisipasi," ujarnya.

Dia menambahkan kasus penyebaran virus Corona di Kudus masih terus mengalami lonjakan. Saat ini, Kudus masuk zona oranye.

"Naik terus (penyebaran virus Corona), sehari 10 -25 kasus baru terkonfirmasi COVID-19. Sampai hari ini 400, perlu pemahaman kepada masyarakat. Bagaimana penularan virus ini sendiri. Sehingga perlu untuk meningkatkan menerapkan protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak," kata Hartopo.

Sementara itu, dari data corona.kuduskab kasus Corona yang dirawat per Rabu (16/12) pukul 13.00 WIB ada sebanyak 390 kasus aktif. Terdiri dari 158 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dirawat dan 232 orang menjalani isolasi mandiri.

Adapun untuk kasus sembuh ada 2.367 orang dan ada sebanyak 324 kasus meninggal dunia. Jika secara keseluruhan kasus Corona di Kudus sampai sekarang mencapai 3.070 kasus.



Simak Video "Bea Cukai Yogya Sita 171.400 Rokok Ilegal yang Ditimbun di Rusunawa"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA