Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 17 Jan 2021 09:02 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Tari Piring, Warisan Budaya Kebanggaan Sumatera Barat

Ratusan anak-anak di Kampung Berseri Astra Jorong Tabek menampilkan kesenian tari piring dan silat dalam acara Festival Kampung Berseri Astra bertema Pendidikan Kecakapan Hidup Melalui Kearifan Lokal di Kabupaten Solok, Sumatra Barat (28/4).
Foto: Tari piring (Istimewa)
Jakarta -

Pertunjukan tari selalu jadi daya tarik dari suatu daerah. Salah satunya ialah tari piring dari Sumatera Barat. Seni tari seperti tari piring selalu menjadi ajang promosi dan pariwisata di kebudayaan Indonesia.

Menariknya, para penari mengayunkan piring di tangan dengan gerakan cepat dan teratur tanpa terlepas dari pegangan.

Melansir situs kementerian pendidikan dan kebudayaan, pada awalnya tari piring dilakukan sebagai pemujaan masyarakat Minangkabau terhadap Dewi Padi dan penghormatan atas hasil panen. Akan tetapi kedatangan agama islam membawa perubahan pada kepercayaan dan konsep tari.

Kini tari piring tak lagi dipersembahkan kepada dewa-dewa, tapi justru dilakukan pada acara pernikahan atau upacara adat. Tak bisa dipastikan dengan tepat bagaimana sejarah tari piring, namun dapat dipercayai bahwa kebudayaan ini sudah ada di Melayu sejak lebih dari 800 tahun yang lalu.

Umumnya, gerakan tari piring adalah meletakkan dua piring piring di atas kedua telapak tangan. Penari mengayunkan piring dalam gerakan cepat diselingi dengan mendentingkan piring atau dua cincin di jari penari terhadap piring yang dibawa. Di akhir tarian, biasanya piring-piring yang dibawa oleh para penari akan dilemparkan ke lantai. Mereka pun menari di atas pecahan piring.

Menurut pemahaman penduduk Sumatera Barat gerakan tari piring melambangkan kerja sama ketika warga sedang berada di sawah. Koreografinya meniru cara petani bercocok tanam dan juga menunjukkan rasa syukur saat mereka menuai hasil panen padi.

Gerakan-gerakan tari piring di antaranya gerak pasambahan, singanjuo lalai, mencangkul, mengiang, membuang sampah, memagar, menyemai, gerak mencabut benih, gerak bertanam, gerak melepas lelah, gerak mengantar juadah, gerak mengambil padi, menggampo padi, menganginkan padi, mengikir padi, membawa padi, menumbuk padi, gotong royong, menampih padi dan menginjak pecahan kaca.

Tari piring biasanya berjumlah ganjil, terdiri dari tiga hingga tujuh orang. Tarian diiringi oleh kombinasi alat musik talempong dan saluang. Tempo alunan musik pada awalnya lembut dan teratur, namun lama kelamaan berubah lebih cepat.

Beberapa waktu lalu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan tari piring di atas pecahan piring. Dengan alunan musik, Susi terlihat gesit dan lincah memainkan piring bak penari profesional.



Simak Video "Menikmati Perjalanan Menuju Desa Waerebo, Flores"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA