Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 24 Jan 2021 14:37 WIB

TRAVEL NEWS

Kenapa Lanskap Raja Ampat Bisa Demikian Cantik? Ini Sejarah Geologinya

Hari Suroto
detikTravel
Raja Ampat terbaru
Raja Ampat, Papua Barat (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Raja Ampat memiliki lanskap atau bentang alam yang begitu unik. Pulau-pulau karang kecilnya bak perhiasan yang mampu menyihir tiap wisatawan, apa lagi ditambah dengan perairan yang begitu jernih.

Mari menyingkap kilas sejarahnya. Semua ini dimulai dari ratusan juta tahun lalu.

Sejarah geologi Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat terbentuk oleh pergerakan lempeng Pasifik. Lalu ada pembentukan laut dalam selama Zaman Jura pada 231 hingga 163 juta tahun yang lalu.

Pada sekitar 125 tahun yang lalu, pada Zaman Kapur Akhir, benua Australia bergerak ke utara membentuk busur kepulauan. Pada Zaman Miosen terjadi gerakan lempeng Australia.

Kecepatan pergerakannya sekitar 8 cm per tahun ke arah utara-timur laut. Dan, lempeng Pasifik bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun. Inilah yang membentuk sesar Sorong yang membelah Pulau Batanta dan Salawati.

Poses geologi itu menghasilkan wilayah biogeografis di Kepulauan Raja Ampat. Pulau Bantanta dan Pulau Waigeo beserta pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah bergunung terjal.

Pulau ini tertutup batuan kapur yang masih muda. Masing-masing di sela selat-selatnya terbilang agak dangkal.

Waigeo dan Batanta memiliki dua burung cenderawasih endemik, yaitu cenderawasih merah (Paradisaea rubra) dan cenderawasih botak (Cicinnurus respublica). Sebaran dua burung ini dibatasi geografi lokal akibat sesar Sorong tersebut.

---

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Pulau Kri Raja Ampat, Incaran Penyelam Asing"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA