Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 25 Jan 2021 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Kelam Kamp Konsentrasi Auschwitz saat Perang Dunia II

Putu Intan
detikTravel
The picture of the  main gate to concentration camp-  in Oswieciem, Poland.
Gerbang masuk kamp konsentrasi Auschwitz. Foto: iStock
Jakarta -

Bicara soal Perang Dunia II, tak lengkap bila tak membahas Kamp Konsentrasi Auschwitz di Polandia. Tempat yang kini jadi Situs Warisan Dunia UNESCO itu, menyimpan cerita kelam di masa perang.

Dilansir dari History.com, Auschwitz merupakan kamp konsentrasi terbesar yang pernah dibangun rezim Nazi. Kamp ini didirikan pada tahun 1940 di bagian selatan Polandia.

Tujuan pendirian kamp

Ketika Perang Dunia II dimulai, kanselir Jerman saat itu yakni Adolf Hitler, menerapkan kebijakan yang disebut Solusi Akhir.

Melalui kebijakan ini, Hitler bertekad untuk membuat semua orang tunduk pada Nazi. Ia juga ingin memusnahkan orang-orang yang ia anggap tidak layak berada di Jerman, yaitu kaum Yahudi, seniman, pendidik, orang Romawi, komunis, homoseksual, hingga orang yang cacat secara mental dan fisik.

Kamp konsentrasi Auschwitz menjadi saksi bisu kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Nazi. Jutaan warga Yahudi diketahui masuk kamp itu di masa silam.Kamp konsentrasi Auschwitz menjadi saksi bisu kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Nazi. Jutaan warga Yahudi diketahui masuk kamp itu di masa silam. Foto: Getty Images

Untuk mewujudkan misi ini, Hitler pun memerintahkan pembangunan kamp kematian. Kamp Auschwitz yang terletak di Kota Oswiecim, selatan Polandia pun dipilih untuk melancarkan misi Hitlet tersebut.

Kamp ini dipilih karena lokasinya yang dekat dengan pusat semua negara yang diduduki Jerman. Selain itu, lokasinya juga dilewati rel kereta yang mengangkut para tahanan.

Meskipun difungsikan untuk membunuh orang, ternyata tidak semua tahanan yang tiba di Auschwitz ini akan langsung dimusnahkan. Mereka yang dianggap cocok untuk bekerja, akan diminta menjadi budak yang memproduksi amunisi, karet sintetis, dan produk lain yang digunakan Jerman dalam Perang Dunia II.

3 kamp mematikan di Auschwitz

Kamp konsentrasi Auschwitz menjadi saksi bisu kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Nazi. Jutaan warga Yahudi diketahui masuk kamp itu di masa silam.Kamp konsentrasi Auschwitz menjadi saksi bisu kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Nazi. Jutaan warga Yahudi diketahui masuk kamp itu di masa silam. Foto: AP Photo

Kamp Auschwitz terdiri atas tiga kamp konsentrasi utama, yaitu Auschwitz I, Auschwitz II-Birkenau, dan Auschwitz III-Monowitz.

Kamp Auschwitz I mampu menampung antara 15.000-20.000 tahanan. Ciri khas dari kamp ini adalah adanya gerbang utama bertuliskan 'Arbeit Macht Frei' yang artinya 'Bekerja akan Membuatmu Bebas'.

Sementara itu, Auschwitz II terletak di Desa Birkenau atau Brzezinka atas perintah Heinrich Himmler yakni komandan Schutzstaffel (atau Select Guard / Protection Squad, lebih dikenal sebagai SS).

Ia mengoperasikan semua kamp konsentrasi dan kamp kematian Nazi. Kamp Birkenau ini merupakan kamp dengan fasilitas terbesar yang dapat menampung sampai 90.000 tahanan.

Di sana juga ada kamar gas beracun dan oven untuk krematorium yang digunakan untuk membakar mayat. Di tempat inilah, mayoritas tahanan Nazi meninggal.

Selain kedua kamp tadi, masih ada lagi subkamp yang tersebar di sekitarnya dan digunakan untuk kamp kerja paksa. Subkamp terbesar ini berada di Monowitz atau dikenal sebagai Auschwitz III.

Kamp ini mulai beroperasi pada 1942. Sebanyak 10.000 tahanan tinggal di sana.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA