Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Feb 2021 15:04 WIB

TRAVEL NEWS

Tarif Motret Mahal di Pantai Gigi Hiu, Ini Kata Kadispar

Pantai Gigi Hiu
Ilustrasi Pantai Gigi Hiu di Lampung (Tri Utami Amalia/d'Traveler)
Tanggamus -

Kabar tentang tarif memotret yang mahal di Pantai Gigi Hiu Lampung telah sampai ke telinga Kadispar Tanggamus. Berikut tanggapan mereka.

Berawal dari curhatan di kalangan fotografer Lampung yang diwakili oleh Indra Eka, terkuak berita soal tarif biaya paket memotret di objek wisata Pantai Gigi Hiu, Kabupaten Tanggamus yang mahal.

Lewat unggahan foto yang diterima detikTravel, Selasa (2/2/2021), tertulis tarif terbaru memotret di Pantai Gigi Hiu sebesar Rp 500 ribu untuk paket prewedding (1-8 orang), paket khusus fotografer Rp 250 ribu (1-5 orang) dan paket khusus videografer Rp 350 ribu (1-5 orang) di luar harga tiket masuk sebesar Rp 15 ribu per orang.

Harga tarif motret di Pantai Gigi Hiu, Lampung.Harga tarif motret di Pantai Gigi Hiu, Lampung. Foto: (istimewa)

Adapun dijelaskan oleh Indra, harga tarif memotret yang mahal itu baru dikenakan di bawah pengelolaan PT Daanish Mika Salsa (DMS) Tours & Travel selama kurang lebih 2-3 bulan belakangan.

"PT DMS Travel itu terakhir (pengelolanya), 6 bulan lah mereka pengelolaannya," pungkas Indra.

Dari media sosial, berita itu terdengar hingga ke kuping Kadispar Tanggamus, Retno Noviana Damayanti. Dihubungi detikTravel via sambungan telepon, Selasa (2/2/2021), ia mengaku telah mendengar beritanya.

"Belum, kita dapat infonya baru. Gigi Hiu ini kan baru setahun ini dikelola PT DMS, dulunya kepemilikannya kan bukan punya Pak Gustam (owner PT DMS) ini. Setahun ini dia membeli lahan yang kebetulan melewati Gigi Hiu. Makanya kalau Gigi Hiunya kan punya Allah SWT. Akses jalan masuknya itu melewati lahan dia,"ujar Retno.

Sebagai pemilik lahan yang melewati akses menuju Pantai Gigi Hiu, PT DMS juga membangun sejumlah pra sarana pendukung seperti memperbaiki akses jalan dan menyediakan toilet hingga musholla. Termasuk juga memasang tarif masuk.

"Pembenahan itu mereka akan lakukan sambil membenahi sarana pra sarananya, di sana mereka ada WC, mau dibangun musholla. Sedangkan mereka persiapan nggak bisa langsung," ujar Retno.

Lebih lanjut, Retno mengatakan kalau objek wisata di daerahnya tengah tutup akibat COVID-19. Namun, tetap ada wisatawan yang datang.

"Kemarin disampaikan ada beberapa orang datang dari pagi sampai jam 7-an, mereka masuk ditarik tiketnya juga nanti-nanti. Cuma katanya juga kadang-kadang petugasnya SDM-nya belum mumpuni, pakai ransel ini dianggap tukang foto jadi miskom di sananya saja," ujar Retno.

Terkait tarif memotret yang mahal, Retno berjanji untuk memberikan masukan ke owner PT DMS. Sempat berdiskusi dengan pemiliknya, Retno menyebut kalau pihak PT DMS Tours & Travel siap berkoordinasi.

"Untuk tiket masuk mereka sudah sesuai standar perda Kabupaten Tanggamus, Rp 15 ribu. Hanya saja untuk (foto) prewedding ini mereka kan baru. Informasi yang saya dapat juga mereka menuntut harga berdasarkan harga pasar sama pembanding," ujarnya.

Soal harga memotret di Pantai Gigi Hiu yang cukup mahal di kalangan fotografer, Retno juga akan segera mengkomunikasikan kembali hal itu pada pihak pengelola terkait. "Mungkin itu kurang sosialisasi dan nanti untuk masukan kalau mereka mahal nanti saya sampaikan lagi ke pihak DMS-nya. Mereka siap terima," tutup Retno.

Lihat juga video 'Pantai Padang Diselimuti Sampah':

[Gambas:Video 20detik]



(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA