Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 17 Feb 2021 12:45 WIB

TRAVEL NEWS

Pengelola Pantjoran PIK Jadi Tersangka Kerumunan Imlek

CNN Indonesia
detikTravel
Sejumlah warga beraktivitas di Chinatown Pantjoran, Jakarta, Kamis (24/12/2020). Tempat makan di lahan reklamasi itu menggunakan konsep chinatown.
Ilustrasi Pantjoran PIK (Rifkianto Nugroho/detikTravel)
Jakarta -

Polisi menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus kerumunan massa di acara perayaan Imlek 2021 di Pantjoran Pantai Indah Kapuk.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan penetapan tersangka dilakukan usai penyidik melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap belasan saksi selama proses penyelidikan dan penyidikan.

"Setelah memeriksa 11 saksi, sudah menetapkan 1 tersangka," kata Guruh seperti dilansir detikTravel dari CNN Indonesia, Rabu (17/2/2021).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Dwi Prasetyo menuturkan bahwa pihak yang dijerat tersangka itu merupakan pengelola wilayah Pantjoran PIK. Hanya saja, dia belum menuturkan lebih lanjut identitas ataupun atribusi dari tersangka di lingkungan tersebut.

Dwi mengatakan, tersangka dijerat lantaran memicu kerumunan di wilayah tersebut dalam kegiatan perayaan Imlek, 14 Februari lalu. Hanya saja, acara itu digelar secara spontan tanpa undangan.

"Jadi gak ada panitia itu. (Acara itu) spontan," kata Dwi menerangkan.

Saat ini, kata dia, penyidik belum akan melakukan pengembangan terhadap kasus itu dan berfokus pada pemeriksaan satu tersangka tersebut.

Dalam perkara ini, dia dijerat melanggar Pasal 93 Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan. Adapun ancaman hukuman terhadap tersangka mencapai 1 tahun penjara.

Sebelum kasus ini mencuat di ranah hukum pidana, petugas juga sempat menyegel panggung barongsai di Pantjoran PIK setelah memicu kerumunan massa saat pertunjukan barongsai dalam rangka perayaan Imlek 2021.

Penyegelan itu dilakukan pada Senin (15/2) hingga sementara waktu atau hingga 22 Februari mendatang.

itu dilakukan pada Senin (15/2) hingga sementara waktu atau hingga 22 Februari mendatang.

"Yang disegel sementara hanya panggung kegiatan Barongsainya saja. Itu yang menimbulkan kerumunan. Untuk tempat makannya tidak (disegel) dan beroperasi seperti biasa," tutur Kepala Seksi Penyidikan Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Penindakan Satpol PP Jakarta Utara, Purnama H.P.



Simak Video "Seluncur Air Yang Mengasikan di Utara Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA