Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Mar 2021 20:42 WIB

TRAVEL NEWS

Inspiratif, Siswa SD Ini Jadi Pengarah Gaya Foto di Kota Lama Semarang

Seorang siswa SD berusia 12 tahun di Kota Semarang menarik perhatian banyak orang dengan kegiatannya yang menghasilkan uang. Dia menjadi pengarah gaya untuk foto di Kota Lama Semarang.
Kaka saat mengambil foto (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Seorang siswa SD berusia 12 tahun di Kota Semarang menarik perhatian banyak. Dia menjadi pengarah gaya untuk foto di Kota Lama Semarang.

Kaka Fajar Apriliansyah, siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 10 Semarang itu awalnya viral di media sosial ketika beraksi mengarahkan gaya wisatawan di Kota Lama. Kemudian hari Sabtu (27/3) lalu Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi, lewat akun instagramnya meminta bantuan netizen untuk mencari tahu identitasnya.

Hari ini mereka bertemu di Balai Kota Semarang. Kaka kaget karena kegiatan yang dilakoninya sekitar 2 tahun itu viral akhir-akhir ini. Dengan polosnya ia mengaku senang karena banyak dikenal.

"Hehe, iya senang," kata Kaka di Balai Kota Semarang, Senin (29/3/2021).

Ia mengatakan awalnya ia berjualan koran di dekat wisata Lawang Sewu, kemudian ada wisatawan minta difotokan dan ia diberi uang Rp 20 ribu. Sejak saat itu ia terpikir untuk menjadi pengarah gaya foto di tempat wisata.

"Dulunya jual koran, terus enggak sengaja disuruh motretin, lha dikasih Rp 20 ribu. Kepikiran, hasil foto-foto lebih dari jual koran, maka kepikiran jasa foto. Dulu di Lawang Sewu, tapi disana pemandunya banyak, terus ke Kota Lama," jelasnya.

Dengan gigih ia berusaha menawarkan jasa untuk memotret wisatawan. Ia memang belum memiliki modal kamera atau ponsel berkamera, sehingga alat yang dipakai saat ini masih menggunakan milik wisatawan. Bayarannya pun seikhlasnya.

"Kalau sebelum Corona sering yang pakai jasa. Belakangan ini jarang dapat order. Sehari ya dapat Rp 50-100 ribu. Ya buat makan sama bayar kuliah," ujarnya.

Seorang siswa SD berusia 12 tahun di Kota Semarang menarik perhatian banyak orang dengan kegiatannya yang menghasilkan uang. Dia menjadi pengarah gaya untuk foto di Kota Lama Semarang.Seorang siswa SD berusia 12 tahun di Kota Semarang menarik perhatian banyak orang dengan kegiatannya yang menghasilkan uang. Dia menjadi pengarah gaya untuk foto di Kota Lama Semarang. Foto: (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Hal-hal tidak mengenakkan juga kerap dialami seperti dicurigai akan membawa kabur ponsel wisatawan. Namun Kaka mengaku sudah biasa walau awalnya hal itu menyakitkan.

"Dulu itu dikiranya mau bawa kabur hapenya. Ya sakit hati sih," katanya.

Soal ilmu mengarahkan gaya dan motret yang dimiliki, Kaka mengaku diajari sejumlah orang dan ia juga belajar secara otodidak sehingga tahu engel dan gaya yang bagus saat berfoto di Kota Lama.

"Sebagian diajarin, sebagian belajar sendiri," ujarnya.

Menjalani kegiatannya itu Kaka tidak malu meski beberapa kali diejek rekannya. Ia berpikiran daripada mengemis lebih baik menjadi pengarah gaya untuk foto.

"Ya pernah diejek. Koe ki ngopo nek Kota Lama koyok wong kere (Kamu itu

ngapain di Kota Lama, kayak orang miskin). Saya jawab, daripada ngemis? Kere ndi? (Daripada mengemis? Miskin mana?)," ujarnya.

"Sak kere-kerene aku mengko wayahe kan iso maju (Semiskin-miskinnya aku nanti kalau sudah waktunya akan bisa maju)," tegas Kaka.

Seorang siswa SD berusia 12 tahun di Kota Semarang menarik perhatian banyak orang dengan kegiatannya yang menghasilkan uang. Dia menjadi pengarah gaya untuk foto di Kota Lama Semarang.Seorang siswa SD berusia 12 tahun di Kota Semarang menarik perhatian banyak orang dengan kegiatannya yang menghasilkan uang. Dia menjadi pengarah gaya untuk foto di Kota Lama Semarang. Foto: (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Kaka merupakan anak pertama dari 4 bersaudara pasangan Nina Marlina (31) dan Hartono (34) yang tinggal di Jalan Patriot Semarang. Nina berprofesi sebagai loper koran dan suaminya merupakan petugas kebersihan. Nina yang ikut menemani Kaka bertemu Wali Kota Semarang mengaku bangga dengan anaknya.

"Saya senang, bahagia, semoga anak saya sukses selalu membahagiakan orangtua," kata Nina.

Nina sebenarnya sempat melarang Kaka untuk mencari uang, namun ternyata Kaka bersikukuh membantu perekonomian keluarga. Bahkan Kaka sempat mengaku punya keinginan membelikan rumah karena selama ini kontrak.

"Dia pernah bilang, 'bu, doain jadi orang sukses biar bisa beliin rumah ibu'. Ada orang janjiin kasih kamera, 4 orang mau dikirim di rumah. Dia bilang, 'kalau cukup buat beli rumah ya beli rumah daripada ngontrak terus. Rumah kebanjiran terus,' bilang gitu. Saya enggak (memaksa), saya malah melarang tapi dia niat bantu saya," ujar Nina sembari menggendong adik Kaka yang berusia 5 bulan.

Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi mengatakan memang mencari Kaka karena semangatnya membantu keuangan orangtua di tengah pandemi. Ia berharap semangat Kaka bisa menular.

"Apresiasinya bukan mempromosikan Kota lama, tapi spirit mas Kaka bisa bertahan bantu keluarga di pandemi Covid. Bu Nina ini bercerita hasil daripada upaya yang dilakukan mas Kaka dengan bantu potret dan foto ini sebagian diserahkan orangtua dan untuk bisa sekolah adik-adiknya. Spirit ini harus disebarkan di Kota Semarang," kata Hendi.

"Dia mengatakan saya tidak mau mengemis, saya mau berjuang untuk keluarga. Masih kecil kayak gitu. Semoga semua bisa dengar dan eksis dan survive," imbuhnya.

Bantuan di berikan kepada Kaka dan keluarga salah satunya beasiswa. Hendi menjelaskan program beasiswa sebenarnya juga ada untuk siswa sekolah swasta, namun ternyata ada yang membutuhkan tapi tidak terdata ataupun melapor.

"Kadang kita tidak menjangkau seperti mas Kaka ini, tidak terdata dan tidak laporan. Bu Nina tadi mengatakan sekolah belum bayar. Ya sudah (diberi beasiswa)," tegas Hendi.



Simak Video "Semarang Banjir, Kota Lama 'Little Netherland' Ikut Tergenang"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA