Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 20 Apr 2021 04:03 WIB

TRAVEL NEWS

Terkait Bukit Algoritma, Sandiaga: Perhatikan Aspek Environmental dan Sosial

Syanti Mustika
detikTravel
Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Syanti Mustika/detikTravel
Jakarta -

Menparekraf Sandiaga Uno memandang rencana 'Silicon Valley' ala Indonesia secara positif. Dia menitip pesan supaya tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Dalam Weekly Press Briefing yang diadakan pada hari Senin (19/4/2021) Menparekraf Sandiaga Uno memberi pandangan terhadap pembangunan Bukit Algoritma di Sukabumi menjadi Silicon Valley ala Indonesia.

"Mengenai Bukit Algoritma, sekilas saya melihat dukungan lebih ke arah Silicon Valley yang dihadirkan di Sukabumi. Kalau kita membuka lembaran baru, Sukabumi ada situs Unesco yaitu Ciletuh yang sangat indah dan kami telah membahas beberapa kali dengan pemerintah setempat," ujarnya.

"Dengan adanya investasi khusus di bidang teknologi, khususnya dan niatnya menghasilkan produk-produk teknologi yang menopang sentra pertumbuhan Indonesia, saya memandangnya sebagai suatu yang positif. Di saat sedang sulit ini ada investor yang ingin berinvestasi Rp 18 triliun, tentunya kita harus apresiasi," ungkap Sandiaga.

Walau memiliki pandangan positif, Sandiaga tetap menegaskan agar pembangunan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola. Dia menghimbau untuk sama-sama mengawal pembangunan.

"Namun kita harus pastikan aspek environmental dan dampak sosial dan tata kelolanya bisa kita kawal bersama," tambahnya.

Sandiaga pun juga mengatakan kesiapan Kemenparekraf jika nanti pariwisata di sana juga disasar. "Pada prinsipnya kami siap jika ini adalah KEK pariwisata yang disasar. Ada beberapa KEK pariwisata yang sedang diproses dan salah satu yg kita perjuangkan adalah KEK pariwisata di Pulau Bangka yaitu Sungai Liat dan Tanjung Gunung," ujar Sandiaga.

Sebelumnya ramai dibincangkan rencana pembangunan Bukit Algoritma di Cikidang, Sukabumi. Proyek kawasan ekonomi khusus (KEK) itu digadang-gadang menjadi 'Silicon Valley'-nya Indonesia. Mega proyek ini rencananya dimulai pada pertengahan Bulan Mei 2021 mendatang dengan nilai kontrak pengerjaan Rp 18 triliun.



Simak Video "Bangunan di Bukit Algoritma Berteknologi Tahan Gempa Ala Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA