Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Mei 2021 20:35 WIB

TRAVEL NEWS

Ditemukan Ikan Purba Bersirip Empat, Konon Lebih Tua dari Dinosaurus

Ikan purba.
Foto: (AFP via Getty Images)
Antananarivo -

Dinosaurus memang besar secara ukuran, tapi bukan yang tertua. Penemuan sebuah ikan purba di Madagaskar menegaskan hal itu.

Penemuan itu mencuat di kalangan para pemburu fosil ikan hiu yang secara tak sengaja menemukan ikan coelacanth yang diperkirakan telah ada sejak 420 juta tahun seperti dikutip detikTravel dari media Daily Mail, Jumat (21/5/2021).

Sebelumnya, ikan bersirip empat itu disebut telah punah di tahun 1938. Namun, keberadaannya kembali terendus di Samudera Hindia dekat Madagaskar.

Kabar itu pertama kali diberitakan oleh Mongabay News, di mana awalnya para pemburu hiu tak menyangka menemukan sang ikan purba tanpa disengaja.

Secara teknis, ikan purba coelacanth memiliki empat sirip yang berfungsi seperti lengan dan membuat mereka dijuluki si kaki empat. Adapun mereka memiliki total 8 sirip secara keseluruhan.

Dalam sebuah study yang dirilis oleh Jurnal Science Afrika Selatan, perburuan hiu disebut turut berkontribusi pada punahnya populasi coelacanth di tahun 1890 silam.

"Tingginya permintaan akan sirip hiu dan minyak dari China di pertengahan tahun 1980 turut berkontribusi pada masifnya penangkapan coelacanth di Madagaskar dan negara lainnya di Samudera Hindia," bunyi study tersebut.

Alasannya, jaring untuk menangkap hiu itu dapat menjangkau kedalaman 100 hingga 300 meter di bawah laut yang menjadi habitat ikan purba coelacanth.

Lebih lanjut, penemuan ikan purba itu menjelaskan tentang pentingnya keberadaan tebing bawah laut Onilahy di sisi Selatan Madagaskar sebagai habitat dari ikan purba coelacanth.

Namun, bekas kepala African Coelacanth Ecosystem Program (ACEP) Tony Ribbink berujar kalau ia baru mengetahui peran vital dari Madagaskar untuk populasi coelacanth.

"Area yang belum terjelajahi ini mungkin adalah pusat dari distribusi coelacanth. Area ini belum pernah dipelajari," ujarnya.



Simak Video "Perdana! Madagaskar Laksanakan Vaksinasi Corona Dosis Pertama"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA