Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Jun 2021 20:46 WIB

TRAVEL NEWS

Rumah Adat Uma Lengge Bima Curi Perhatian Sandiaga dan Atta Halilintar

Faruk Nickyrawi
detikTravel
Sandiaga dan Atta Halilintar di Desa Adat Bima.
Sandiaga dan Atta Halilintar di Bima (Faruk Nickyrawi/detikcom)
Bima -

Destinasi wisata uma lengge yang sangat melegenda di kalangan masyarakat suku Mbojo kini mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf). Uma Lengge akan menjadi prioritas sebagai destinasi terkemuka dalam bidang wisata sejarah.

Menteri Parekraf Sandiaga mengatakan, Bima kini akan bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia karena memiliki spot wisata bersejarah yang masih lestari hingga kini di kawasan Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Daya tarik wisata budaya Uma Lengge sangat langka, bernilai sejarah tinggi karena ini adalah situs warisan budaya dari para leluhur suku Mbojo yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tinggi dalam industri pariwisata. Kami akan terus memberikan pendampingan di Desa Wisata Maria agar objek wisata ini tumbuh dan menjadi destinasi wisata baru di Indonesia," ujar Sandiaga ketika mengunjungi Situs Uma Lengge, Minggu (13/6/2021).

Dikatakan Sandiaga, pendampingan yang dimaksudnya meliputi seluruh aspek yang diperlukan oleh desa wisata dengan penyusunan rencana pembangunan desa wisata, dilanjutkan dengan pembangunan sumber daya manusia.

Termasuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga desa wisata, kemudian pendampingan institusi desa wisata, serta pembangunan fisik atau infrastruktur dengan melibatkan kementerian dan lembaga-lembaga terkait.

"Bagi kami kebangkitan pariwisata ini dimulai dari desa wisata yang nantinya kita harapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi. Kita ingin desa wisata hadir membuka peluang ekonomi dan membuka lapangan kerja serta lapangan usaha seluas-luasnya untuk meningkatkan ekonomi rakyat yang sangat membutuhkan pertolongan. Dalam program pembangunan nasional banyak hal yang belum tersentuh dan bagi kami inilah program yang berkeadilan dan tepat sasaran," tuturnya.

Sandiaga dan Atta Halilintar di Desa Adat Bima.Sandiaga dan Atta Halilintar di Desa Adat Maria, Bima (Faruk Nickyrawi/detikTravel)

Tak hanya meresmikan Uma Lengge sebagai Desa Wisata, dalam kunjungannya kali ini, Sandiaga juga mengajak tiga daerah yakni Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata 2021 agar bisa membangkitkan perekonomian warga.

Sandiaga menugaskan untuk wilayah Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima ikut dalam 30 desa wisata dalam anugerah desa wisata 2021 di halaman official Kemenparekraf sampai 16 Juli 2021.

"Masing-masing boleh 20, 5, atau 10. Tapi totalnya 30, karena hadiahnya Miliaran rupiah. Saya harap dengan ini bisa bergerak kembali ekonomi kita, dan kategori - kategori desa yang tadi harap dilengkapi," kata Sandiaga.

"Saya hadir di sini untuk memberikan apresiasi desa wisata Maria menjadi simbol Indonesia bangkit. Dan saya harapkan ini akan membawa multiplayer efek seperti membuka lapangan pekerjaan, mempromosikan desa wisata, menggerakkan ekonomi, dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bima dan sekitarnya," sambungnya.

Sandiaga dan Atta Halilintar di Desa Adat Bima.Sandiaga menjajal kegiatan di sana (Faruk Nickyrawi/detikTravel)

Ia menyebutkan harapannya agar tiga kategori yang belum ada di sini, seperti kategori Desa Homestay, Desa Digital, Desa Konten Kreatif dapat segera diadakan.

"Untuk Konten Kreatif saya tugaskan Atta dan Aurel untuk membantu, desa homestay saya tugaskan mas Rudi Mbojo, untuk Desa Digital saya tugaskan diri saya sendiri agar desa di sini memiliki sinyal internet yang kuat, tidak lemot," tambah Sandiaga.

"Kami juga akan meremajakan bangunan wisata yang sudah mulai lapuk untuk dilakukan restorasi. Saya berkoordinasi dengan Bupati dan Kementerian PU dan Pera. Karena Uma Lengge ini punya nilai budaya dan kearifan lokal. Harapannya bisa langsung tereksekusi sebagai bagian dari revitalisasi desa wisata," sambungnya lagi.



Tak lepas dari restorasi bangunan wisata bersejarah, Sandiaga Uno juga memastikan perhelatan ajang balap motor berskala internasional di Sirkuit Mandalika dapat meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di NTB.

"World Superbike pada 14 November 2021 akan digelar di Mandalika. Oleh karena itu saya diberikan tugas untuk menghadirkan pola perjalanan untuk meningkatkan kualitas kunjungan dan lama kunjungan sekaligus memberikan kesempatan kepada para penonton untuk mengunjungi daerah lain seperti di Bima," jelasnya.



Simak Video "Menparekraf Sandiaga Cicipi Aneka Kuliner Khas Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA