Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 16 Jun 2021 10:20 WIB

TRAVEL NEWS

Gibran Tolak Lockdown Seluruh Jawa, Tidak Adil, Solo Lebih Sehat

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa (kiri) saat menghadiri upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo secara virtual oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama 16 kepala daerah lainnya di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
Jakarta -

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menolak jika ada usulan lockdown atau karantina wilayah diterapkan di seluruh Pulau Jawa guna menanggulangi lonjakan kasus virus corona (Covid-19).

Menurutnya, kondisi tiap daerah berbeda-beda, sehingga tidak bisa diterapkan kebijakan yang sama. Terlebih, saat ini perekonomian Solo mulai masuk fase pemulihan.

"Lockdown se-Jawa, kurang fair. Terutama untuk kota yang tidak zona merah. Kalau di-lockdown dengan keadaan seperti ini ya tidak fair. Situasi kita dan Kudus beda. Kita lebih sehat," kata Gibran seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Ia mengklaim Covid-19 di Kota Solo sudah terkendali dengan baik berkat kinerja pemerintah Kota Solo bersama masyarakat.

Geliat ekonomi yang baru dirasakan warga Solo beberapa bulan terakhir akan terhenti jika lockdown diterapkan di seluruh daerah di Jawa.

"Kalau di-lockdown ya turun lagi aktivitas ekonominya. Solo dan Kudus ya beda, tidak bisa disamaratakan," katanya.

Gibran mengatakan wilayah yang dipimpinnya pun sudah melakukan vaksinasi lebih cepat jika dibanding beberapa daerah lain. Oleh karena itu, dia merasa tidak adil jika aktivitas masyarakat dibatasi total dengan kebijakan lockdown.

Sejak Maret 2021, angka kasus aktif di Solo tercatat relatif landai di kisaran 200-250. Namun dalam dua pekan terakhir angka tersebut melonjak dua kali lipat.

Pada awal Juni kasus aktif di Solo tercatat sebanyak 276. Per 15 Juni, kasus aktif melonjak menjadi 548 atau mengalami kenaikan 98,55 persen.



Simak Video "Kasus Corona di Solo Bertambah, Gibran: Makanya Tunda Dulu Halalbihalal"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA