Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Jun 2021 13:12 WIB

TRAVEL NEWS

Penjelasan Lion Air JT505 Semarang-Jakarta yang Gagal Terbang

Ilustrasi pesawat Lion Air
Ilustrasi Lion Air (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Maskapai Lion Air memberikan penjelasan soal insiden pesawat JT505 rute Semarang-Jakarta yang gagal terbang. Ada kerusakan di bagian brake pressure indicator.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan pesawat Lion Air JT-505 yang terbang dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK), pada Rabu (23/6) kemarin, telah dijalankan sesuai dengan standard operasiting procedure (SOP).

Pesawat dijadwalkan take off dari Semarang pada pukul 07.00 WIB dan diperkirakan tiba di CGK pada pukul 08.00 WIB. Dalam penerbangan tersebut terdapat tujuh awak pesawat serta 187 penumpang.

"Ketika menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check) terdapat indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen (brake pressure indicator) pada pesawat perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut," ujar Danang.

Lion Air pun memutuskan menunda jadwal keberangkatan. Lion Air sudah menginformasikan kepada penumpang bahwa penerbangan JT-505 mengalami keterlambatan.

Berdasarkan hasil pengecekan oleh teknisi, pengerjaan perbaikan pada komponen pesawat yang dimaksud membutuhkan waktu yang signifikan, serta harus mendatangkan komponen pengganti (sparepart) dari Jakarta.

Lion Air akhirnya mempersiapkan penerbangan JT-505 pengganti dengan menggunakan pesawat cadangan (stand by) yang berada di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA).

Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LKZ sudah menjalani pemeriksaan sebelum diterbangkan dan dinyatakan laik serta aman (airworthiness for flight). Lion Air menerbangkan secara khusus tanpa penumpang (ferry flight) bernomor terbang JT-5001 dari YIA menuju Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Lion Air dan Citilink Dilarang Bawa Penumpang ke Pontianak"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA