Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Jun 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Mengapa Orang Papua Selalu Dukung Timnas Belanda?

Hari Suroto
detikTravel
Semarak Euro 2020 turut terlihat di Belanda. Sebuah kota di Negari Kincir Angin itu bahkan dipenuhi warna oranye sebagai dukungan untuk Timnas Belanda.
Ilustrasi timnas Belanda (AP Photo/Peter Dejong)
Jakarta -

Setiap ajang sepakbola Piala Dunia atau Euro, orang Papua selalu mendukung Tim Sepak Bola Belanda. Mengapa bisa begitu?

Papua merupakan wilayah koloni Belanda terakhir di Nusantara, yaitu pada 1945 hingga 1962. Pada waktu itu Belanda menamakan Papua dengan Nugini Belanda.

Dalam mengelola pemerintahan di Nugini Belanda, kolonial Belanda sangat serius mempersiapkan pegawai negeri atau pamong praja (Binnenlands Bestuur) yang akan ditempatkan di Nugini Belanda sebagai camat (Onderafdeling).

Sebelum ditempatkan di Nugini Belanda, para pamongpraja ini dibekali ilmu pemerintahan dan antropologi. Rupanya, ilmu yang dipelajari pamong praja ini lebih didominasi antropologi budaya.

Jadi, sebenarnya mereka adalah antropolog yang jadi camat. Kewajiban para camat ini adalah selain mengelola pemerintahan di wilayahnya, juga mempelajari penduduk setempat dengan sebaik-baiknya.

Catatan para antropolog camat ini teliti dan lengkap, bahkan setelah mereka kembali ke Belanda, catatan ini mereka jadikan disertasi.

Ilmu pemerintahan membuat para pamong praja ini sangat disiplin dan antropologi membuat mereka bisa berbaur dan dekat dengan penduduk setempat.

Ada pelajaran yang bisa diambil dari sejarah kolonial Belanda di Papua dalam pendidikan pamong praja. Yakni, tidak hanya ilmu pemerintahan yang dipelajari tetapi antropologi juga.

Selain itu, guru-guru Belanda yang mengajar di sekolah sangat disiplin, jujur dan tidak pernah bolos mengajar, sehingga disegani dan menjadi panutan siswa dan orang tua siswa.

Mantri dan suster Belanda juga bekerja di klinik dengan disiplin, merawat dengan sebaik-baiknya dan menjemput pasien hingga pedalaman.

Entah ada kaitannya atau tidak, kesan yang ditinggalkan para guru, petugas kesehatan dan antropolog camat ini masih bisa dilihat hingga sekarang ini. Para generasi tua Papua hasil didikan Belanda, setiap ajang sepak bola Piala Dunia atau Euro, mereka selalu mengidolakan timnas Belanda.

Mereka mengenakan kaos warna oranye, memasang bendera Belanda di depan rumah maupun di atas pohon setinggi-tingginya.

DI Euro 2020, Belanda pulang cepat. De Oranje secara mengejutkan disingkirkan oleh Republik Ceko usai kandas 0-2 di babak 16 besar Euro 2020.

***

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Frank de Boer Pisah dengan Belanda Usai Gagal di Euro"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA