Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Jul 2021 06:42 WIB

TRAVEL NEWS

Dear Bang Sandi, Ini 9 Langkah Wajib Dilakukan Bila Pariwisata Bali Mau Dibuka

Orang-orang menyaksikan matahari terbit di sebuah pantai di Bali, Indonesia, Kamis (9/7/2020). Pulau resort di Bali dibuka kembali setelah tiga bulan terkunci akibat pandemi virus Corona pada Kamis ini. Pembukaan tahap pertama ini hanya untuk wisatawan dan penduduk lokal serta sebagian turis asing yang terdampar untuk melanjutkan kegiatan publik sebelum kembali dibuka untuk kedatangan orang asing pada September mendatang. (Foto AP / Firdia Lisnawati)
Foto: Turis asing di pantai Kuta, Bali (AP/Firdia Lisnawati)
Jakarta -

Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi, menyebut ada sembilan langkah yang wajib dilakukan pemerintah untuk menyiapkan dibukanya pariwisata Bali untuk wisatawan asing.

Menurut Taufan, sembilan langkah tersebut meniru kebijakan yang diterapkan di Selandia Baru. Pemerintah Selandia Baru menerapkan empat level peringatan dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Pemerintah Indonesia dalam kasus wisata Bali, bisa mengadopsi penerapan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah New Zealand ini, dengan 9 tahapan sebagai berikut," kata Taufan kepada detikTravel, Kamis (1/7/2021).

9 Tahapan yang dimaksud Taufan adalah:

1. Level 1: Fase 14 hari ke depan, lockdown Bali ('Nyepikan Bali')
2. Level 2: Terapkan physical distancing alias menjaga jarak secara tegas dan konsisten
3. Level 3: Lakukan isolasi mandiri secara menyeluruh dan bekerja dari rumah
4. Level 4: Tutup semua sekolah dan tempat publik
5. Level 5: Setelah 14 hari lakukan tes antigen untuk seluruh warga Bali dengan melakukan koordinasi hingga pada level banjar-banjar di desa
6. Level 6: Mulai dilakukan pembukaan bertahap di Bali menuju new normal.
7. Level 7: Pembukaan bandara untuk penerbangan nasional
8. Level 8: Pembukaan bandara untuk penerbangan internasional
9. Level 9: Bali mulai menerima kunjungan wisatawan mancanegara.

"Sembilan level di atas akan bisa dilakukan jika semua pemegang kebijakan baik di pusat dan di daerah berada dalam persepsi yang sama, bahwa membangkitkan pariwisata di Bali bisa dimulai dengan berdampingan hidup dengan COVID-19," Taufan menjelaskan.

Hidup berdampingan dengan COVID-19 ini, menurut Taufan, artinya kegiatan berwisata yang dilakukan adalah berwisata yang bertanggung jawab, terutama bertanggung jawab atas penerapan prokes dalam setiap bentuk pelayanannya.

Taufan menilai penundaan dibukanya Bali untuk wisatawan asing di bulan Juli ini harus dijadikan momentum untuk memulai sebuah proses baru untuk memulihkan Bali.

"Bersama kita pelajari negara-negara yang telah berhasil mencapai zona hijau, tidak harus langsung secara keseluruhan, tapi bisa dilakukan secara bertahap. Dari desa ke desa, kecamatan ke kecamatan, kabupaten ke kabupaten, hingga ujungnya ke seluruh provinsi," ujarnya.

"Pariwisata Indonesia pasti bisa pulih, bisa dimulai dari wisata Bali ataupun dari daerah lainnya di Indonesia, sekarang tergantung kita, mau atau tidak belajar dan konsisten menerapkannya," dia menegaskan.



Simak Video "Bali Dihantam Pandemi Corona, Lalu-lalang Wisatawan Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA