Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Jul 2021 06:42 WIB

TRAVEL NEWS

Krematorium di India Penuh, Abu Jenazah Jadi Pupuk di Taman Prasasti

bonauli
detikTravel
Akun Resmi Partai Komunis China Membandingkan Peluncuran Roket Dengan Kremasi Massal di India
Kremasi massal di India (ABC Australia)
Bhopal -

India masih bergelut dengan virus Corona sampai-sampai krematorium tidak muat lagi menyimpan abu jenazah. Abu itu akan ditebar di tanah kosong dn dijadikan taman.

Dilansir dari India Today, Bhadbhada Vishram Ghat, salah satu krematorium terbesar di Kota Bhopal, kewalahan. Krematorium itu sudah tidak bisa menampung abu jenazah lagi.

Saking banyaknya abu jenazah di sana, upaya untuk melarungkannya sudah tidak mungkin. Sebab, risikonya lingkungan bakal tercemar

Volume besar abu jenazah itu dipicu oleh gelombang kedua Covid-19 yang terjadi di India sejak April. Ada begitu banyak korban yang berjatuhan di rumah sakit Bhopal dan meninggal dunia di sana.

Mereka yang meninggal dunia itu dimasukkan ke krematorium. Tapi, banyak anggota keluarga yang tak mengambil abu jenazah mereka karena lockdown. Bahkan, ada pula yang seluruh anggota keluarga meninggal dunia sehingga tidak ada lagi yang mengurusi abu jenazah itu.

Mamtesh Sharma, sekretaris komite pengelola krematorium Bhadbhada Vishram Ghat, menyebut saat ini ada 21 truk besar yang dipenuhi dengan abu jenazah dari krematorium.

"Sebagian besar orang meninggal karena Covid-19 dan mengakhiri ritual mereka di sini. Kejadiannya antara Maret dan Juni," ujar Sharma.

Untuk mengosongkan lagi krematorium Bhadbhada Vizhram Ghat, diputuskan untuk memindahkan abu jenazah itu.

"Hanya sebagian kecil kerabat dari korban yang mau mengambil abu jenazah setelah upacara terakhir. Setelah itu, sejumlah besar tulang dan abu dikumpulkan di sini," kata Sherma.

Oleh karena itu, komite pengelolaan krematorium memutuskan untuk membangun suatu taman memorial dengan menggunakan abu jenazah korban meninggal Covid-19. Abu itu dijadikan sebagai pupuk kandang.

Nantinya, taman memorial itu dibangun di area seluas 1.114 meter persegi. Di atasnya bakal ditanami 3.500-4.000 pohon.

Komite pengelolaan krematorium bilang abu jenazah akan membuat tanaman jadi cepat tumbuh. Nantinya, abu jenazah akan dicampurkan dengan serbuk kayu, kotoran dan tanah.

Bibit yang di taman memorial akan dirawat oleh komite pengelola krematorium Bhadbhada Vishram Ghat. Taman memorial ini akan dibangun berdasarkan teknologi Miyakami Jepang.



Simak Video "Usai Dihantam Tsunami Corona, Apa Kabar India Sekarang?"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA