Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Jul 2021 05:01 WIB

TRAVEL NEWS

Pria Datangi Karaoke Klaster COVID di Singapura, Bilang ke Istrinya Mau Lembur

Tim detikcom
detikTravel
View of the merlion statue of Merlion Park, and the financial district in downtown Singapore. The merlion is a symbol and mascot of Singapore.
Ilustrasi Singapura Foto: Getty Images/Marcus Lindstrom
Singapura -

Singapura tengah dihebohkan dengan klaster baru COVID-19 di sebuah lounge KTV pada Rabu (14/7) lalu. Bahkan, klaster karaoke tersebut sudah bertambah hingga ratusan kasus, hanya dalam waktu kurang dari satu minggu.

Untuk menekan penularan, Kementerian Kesehatan Singapura berusaha melakukan tracing bagi orang-orang yang mengunjungi karaoke tersebut agar segera dilakukan pengetesan COVID-19.

Tapi bagi seorang pria, hal itu bisa jadi bumerang bagi kelangsungan pernikahannya karena dia mengaku pada istrinya tengah lembur di kantor saat mengunjungi karaoke tersebut.

Dia kini tengah kebingungan mencari cara yang tepat untuk memberi tahu istrinya.

Ceritanya menurut Lianhe Wanbao seperti dikutip dari media lokal Singapura, pria yang tidak disebutkan namanya tersebut mendatangi Supreme KTV lounge pada tanggal 7 Juli malam. Namun dia mengatakan pada istrinya dia akan kerja lembur.

Tak disangka KTV menjadi klaster baru COVID-19 di Singapura. Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan Singapura meminta semua pengunjung langsung dites swab dan mengirimkan pesan singkat kepada para pengunjung, termasuk si pria tadi. Dia pun panik dan menanyakan jalan keluarnya.

"Bagaimana saya memberi tahu istri saya, saya bilang saya lagi lembur," ujar pria itu saat membagikan pesan dari Kementerian Kesehatan yang diterimanya.

Pesan itu juga berisi imbauan agar si pria memonitor kesehatan dan mengurangi berinteraksi dengan orang lain selama 14 hari.

Pastinya postingan ini bikin heboh orang, tetapi banyak warganet yang meminta dia jujur saja kepada istrinya, daripada bikin masalah lagi ya?

Klaster karaoke tersebut sudah bertambah hingga mencapai 148 kasus, hanya dalam waktu kurang dari satu minggu.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan, hingga hari Jumat (16/7), sebanyak 2.480 orang telah dikarantina karena mereka diidentifikasi sebagai kontak dekat dari orang-orang yang terinfeksi di tempat karaoke tersebut.

Bahkan, polisi Singapura juga telah menangkap 20 wanita pada Rabu malam, di antaranya warga Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Mereka diduga melakukan aktivitas di ruang tunggu KTV.



Simak Video "Singapura Lockdown Parsial Sebulan, Pertemuan Maksimal 2 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA