Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 20 Jul 2021 20:11 WIB

TRAVEL NEWS

PPKM Darurat Diperpanjang, Simak Lagi Syarat Perjalanan Terbaru

Tim detikcom
detikTravel
Seorang calon penumpang dengan ijin khusus berobat menunjukan surat syarat terbang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (7/5/2020). Pemerintah melalui  kementerian Perhubungan  membuka kembali penerbangan domestik dengan penumpang bersyarat seperti pebisnis, penumpang Repatriasi, perjalanan dinas pejabat negara  dan tamu negara dengan wajib menyertakan surat keterangan Negatif COVID-19 dari rumah sakit. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Jakarta -

PPKM Darurat resmi diperpanjang hingga 25 Juli dan akan dibuka 26 Juli bila jumlah kasus COVID-19 turun. Ini syarat perjalanan saat PPKM Darurat yang perlu ditaati.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perpanjangan PPKM Darurat pada Selasa (20/7/2021) malam melalui konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden. Dalam keterangan yang disampaikan, PPKM Darurat diperpanjang dan akan dilonggarkan bila jumlah kasus COVID-19 menurun.

"Jika tren kasus terus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap," kata Jokowi.

Dengan demikian, aturan PPKM Darurat masih akan dilanjutkan. Termasuk mengenai syarat perjalanan yang tercantum dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat selama Libur Hari Raya Idul Adha 1442 H berlaku mulai 18 sampai 25 Juli 2021.

Adapun cakupan dari aturan tersebut adalah pembatasan mobilitas masyarakat, pembatasan kegiatan peribadatan pada hari raya, pembatasan kegiatan silaturahmi, pembatasan kegiatan tempat wisata dan sosialisasi pembatasan aktivitas masyarakat.

Syarat perjalanan jarak jauh umum maupun pribadi:

"Pertama, pelaku perjalanan orang jarak jauh dari dan ke pulau Jawa-Bali, menggunakan udara wajib menunjukkan kartu vaksinasi dosis pertama serta hasil negatif tes PCR," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

"Kedua, pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke Pulau Jawa-Bali, selain menggunakan transportasi udara, wajib menunjukkan kartu vaksin setidaknya dosis pertama, PCR 1x24 jam atau rapid tes antigen 1x24 jam," dia menambahkan.

Kemudian, pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke di luar Pulau Jawa-Bali saat Idul Adha wajib menunjukkan hasil tes negatif tes PCR atau rapid tes antigen.

"Pelaku perjalanan jarak jauh tadi wajib membawa STRP yang dikeluarkan Pemda, dan atau surat tugas dari pimpinan perusahaan, atau pejabat minimal eselon II untuk pemerintahan dan cap basah atau tanda tangan elektronik," dia menjelaskan.

Kemudian mengenai ketentuan menunjukkan kartu vaksin untuk perjalanan keluar daerah dikecualikan untuk kendaraan pelayanan distribusi logistik.

"Lalu untuk yang punya kepentingan mendesak seperti kondisi sakit keras, ibu hamil, pengantar jenazah non-COVID. Tapi semua ini harus bisa menunjukkan hasil negatif tes baik PCR maupun antigen," katanya.

Lalu untuk pelaku perjalanan orang di bawah 18 tahun dalam periode Idul Adha akan dibatasi atau diminta untuk tidak melakukan perjalanan terlebih dahulu. "Aturan ini akan diberlakukan 19 Juli 2021. Perjalanan rutin di kawasan aglomerasi akan mengikuti ketentuan saat ini," tuturnya.



Simak Video "PPKM Darurat Diperpanjang, Jalan Tikus di Surabaya Macet"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA