Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 23 Jul 2021 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

Penumpang Cuma Dikit, Maskapai Ramai-ramai Batal Terbang

Tim
detikTravel
Maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Husein Sastranegara Bandung membatalkan seluruh jadwal keberangkatan. Hal ini karena sepinya penumpang.
Bandara Husein Sastranegara Bandung (Wisma Putra)
Jakarta -

Adanya PPKM Level 4 membuat maskapai kewalahan. Penumpang sedikit, penerbangan pun batal.

Banyak maskapai yang beroperasi di Bandara Husein Sastranegara Bandung membatalkan jadwal keberangkatan sejak 19 Juli 2021 lalu. Sampai saat ini juga belum diketahui kondisi ini berlangsung sampai kapan, sejalan berlangsungnya PPKM Level 4 sampai 25 Juli nanti.

Executive General Manager (EGM) Bandara Husein Sastranegara R Iwan Winaya Mahdar membenarkan hal ini. Dimana semua maskapai membatalkan penerbangannya.

"Cancel flight ini dimulai dari tanggal 19 Juli 2021 kemarin. Tanggal 20 Juli itu ada 2 aircraft movement yang takeoff Bandung - Medan, dengan penumpang 17 orang yang sudah memenuhi syarat penerbangan, tanggal 21 (hari ini) cancel flight lagi, tanggal 22 Juli cancel flight lagi, tanggal 23 kita nanti keputusan jam 7 malam," jelasnya, dilansir dari CNBC Indonesia.

Dia menegaskan bandara terus beroperasi karena masih melayani penerbangan VIP, operasional militer, penerbangan maintenance pesawat, dan lainnya. Airport juga masih melayani fasilitas tes PCR/rapid antigen juga vaksinasi. Hanya saja penerbangan penumpang komersial yang tidak melakukan penerbangan sama sekali.

"Penerbangan niaga kita hari ini juga cancel flight. Siapa yang memutuskan cancel flight? Itu maskapai bukan pihak bandara. Karena penjualan tiket di maskapai. Kebijakan refund itu yang menjelaskan dari maskapai," dia menjelaskan.

Begitu juga dengan penerbangan internasional. Iwan mengatakan sudah hampir satu tahun lebih tidak ada penerbangan luar negeri.

Untuk diketahui maskapai yang beroperasi di bandara Bandung ini, mulai dari Garuda Indonesia, Air Asia, Citilink, Lion Air Group. Menurut Iwan semenjak PPKM Darurat yang melakukan penerbangan itu hanya Citilink.

Iwan juga belum mengetahui alasan maskapai banyak yang melakukan pembatalan penerbangan. Dia berasumsi kemungkinan karena sedikitnya jumlah penumpang yang membeli tiket penerbangan saat ini.

"Maskapai yang tahu alasannya. Mungkin commercial reason, mungkin tidak ada penumpang, apakah tidak ada yang membeli tiket atau hanya 2-3 orang yang beli saya kurang tahu, maka mereka melakukan cancel flight dari tanggal 19 Juli menarin," kata dia.

Iwan menjelaskan dari surat edaran Kementerian Perhubungan baru nomor 53 Tahun 2021 Tentang Perubahan SE Menteri Perhubungan 45 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid - 19, memang lebih ketat.

Ada penambahan syarat perjalanan khusus selama masa libur Idul Adha 1442 H pada 19 Juli sampai dengan 25 Juli 2021 perjalanan orang/penumpang termasuk pelaku perjalanan orang/penumpang di bawah 18 tahun dibatasi untuk sementara dan hanya dikecualikan bagi, keperluan aktivitas yang bekerja di sektor esensial dan kritikal.

Selain itu, hanya bagi orang dengan keperluan mendesak seperti pasien sakit keras, ibu hamil didampingi satu orang keluarga, persalinan didampingi dua orang keluarga, dan pengantar jenazah maksimal lima orang.



Simak Video "Luhut: Angka Orang Meninggal karena COVID-Sudah Divaksin Sangat Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA