Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 08 Agu 2021 12:42 WIB

TRAVEL NEWS

Terimbas PPKM, Pelaku Pariwisata KBB Tak Mau Latah Kibarkan Bendera Putih

Whisnu Pradana
detikTravel
Salah satu Resto di Jalan Cikutra, Kota Bandung mengibarkan bendera putih tepat di depan pintu masuk. Hal itu sebagai bentuk protes perpanjangan PPKM level 4.
Ilustrasi bendera putih tanda menyerah (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berada di titik nadir dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat-PPKM Level 4 sejak 3 Juli hingga 9 Agustus mendatang.

Kebijakan tersebut membuat para pengusaha wisata oleng. Tak ada pemasukan akibat sektor wisata wajib tutup, namun mereka tetap harus membayar biaya operasional dan perawatan objek wisata hingga pegawai.

Namun mereka tak mau latah ikut mengibarkan bendera putih maupun bendera kuning sebagai tanda menyerah dari hantaman pandemi COVID-19 seperti pengusaha wisata dari daerah lainnya seperti Garut, Sumedang, hingga Kabupaten Bandung.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Eko Suprianto mengatakan atas nama organisasi pihaknya tak mau mengakomodir keinginan anggotanya mengibarkan bendera putih tanda menyerah pada keadaan.

"Soal pengibaran bendera (putih), kalau ada perusahaan (pengusaha wisata) yang mau mengibarkan saya sih tidak melarang. Tapi kalau organisasi tidak mau mengakomodir untuk itu," ungkap Eko saat dihubungi detikcom, Minggu (8/8/2021).

Di satu sisi Eko juga sama-sama terdampak pandemi COVID-19 serta kebijakan PPKM Darurat-Level 4 yang diterapkan. Belum lagi karyawannya yang juga mengalami nasib serupa hingga banyak yang dirumahkan.

"Memang benar usaha kami dikorbankan, karyawan berkorban. Kami merasakan ada tekanan dari teman-teman PHRI yang kecewa. Saya ditelepon ditanya gimana kita disuruh tutup terus sampai bangkrut. Tapi kan upaya saya tidak sampai seperti itu, saya memilih melakukan komunikasi dengan pemerintah. Apapun yang diputuskan, kita ikut dan terima," ujar Eko.

Sambil menunggu kabar baik dari pemerintah bagi nasib sektor wisata, Eko mengaku pengusaha wisata sudah menyatakan kesiapan menerima lagi kunjungan jika sudah diizinkan namun hanya bagi wisatawan yang sudah divaksinasi COVID-19.

"Kami tetap berupaya. Kami bikin angket pada anggota yang menyatakan kami siap menerima tamu yang sudah divaksin COVID-19. Itu kan menurut saya penting. Kami menerima tamu yang sudah divaksin aman buat kami dan karyawan, juga buat pengunjung," kata Eko.

Eko menyebut hingga saat ini sudah ada 53 pengusaha wisata di bawah naungan PHRI KBB yang menyatakan siap dan berkomitmen mendukung penerapan syarat sudah divaksinasi bagi wisatawan yang datang.

"Sudah ada 53 perusahaan yang menyatakan siap dan berkomitmen menerima tamu yang sudah divaksin. Tapi keputusan tetap ada di dinas, yang penting kita sudah berusaha sambil menunggu kabar baiknya," pungkas Eko.



Simak Video "Warga Bandung Mengeluh Damri Setop Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA