Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 08 Agu 2021 13:25 WIB

TRAVEL NEWS

Butuh Waktu Seabad Lebih Bagi Austria untuk Makan Gelato

Syanti Mustika
detikTravel
Es krim gelato keluarga Molin-Pradel
Foto: (dok AFP)
Jakarta -

Sebuah toko es krim di Wina punya carita. Butuh waktu yang lama bagi warga sekitar untuk bisa makan es gelato.

Ada cerita menarik dari perjalanan es krim gelato terkenal di Wina ini. Butuh 130 tahun lamanya penduduk Austria menunggu untuk bisa mencicip segarnya gelato Italia dari keluarga Molin-Pradel, salah satu dinasti gelato tertua di Wina.

"Dia membantu mendemokratisasi es krim, yang sebelumnya disediakan untuk orang kaya," cerita Silvio Molin-Pradel tentang kakek buyutnya Arcangelo, yang mulai menjualnya dari kereta dorong di Wina pada tahun 1886, seperti yang di tulis oleh AFP.

Es krim ini dimulai oleh seorang pengusaha Arcangelo Molin-Pradel, yang lahir dalam kemiskinan di Pegunungan Alpen Dolomit Italia utara. Dia adalah orang-orang pertama yang mendapat manfaat dari makanan manis orang Wina.

Mahalnya gula, susu, dan pendingin sebelum bertahun-tahun pembekuan listrik ditemukan membuatnya berpikir ulang. Dia pun mencoba memproduksi es krim berdasarkan air dan ekstrak buah.

Es krim gelato keluarga Molin-PradelEs krim gelato keluarga Molin-Pradel Foto: (dok AFP)

Perjalanan es krim

Ada sejarahnya mengapa es krim Italia bisa laris manis di Wina. Wina menjadi salah satu tujuan pertama pembuat es krim di luar Italia, kata Maren Moehring, seorang profesor sejarah di Universitas Leipzig di Jerman.

Keluarga Molin Pradel, seperti keluarga lainnya. Keluarga sangat miskin sehingga mereka harus bermigrasi untuk pekerjaan musiman, baik untuk bekerja sebagai pelaut, penebang kayu, atau pembuat es krim.

'Barang beku' seperti yang disebut beberapa orang Austria saat itu langsung jadi populer di kalangan warga Wina. Namun perjalanan es krim menjadi makanan populer ini tidak semulus itu.

"Ini memicu kemarahan pembuat roti Austria, yang menganggap mereka sebagai saingan berbahaya," kata Moehring.

Pada tahun 1894, pembuat es krim baru mendapat hak untuk membuka toko di Wina, dimana sebelumnya hanya menjual es krim di gerobak.

"Orang Wina sudah terbiasa dengan manisan. Jadi tidak sulit untuk menyajikan produk dingin ini," Molin-Pradel, yang merahasiakan resepnya, mengatakan kepada AFP saat dia berdiri di belakang salonnya di Schwedenplatz.

Di alun-alun pusat dengan deretan pepohonan di jantung kota Wina, keluarga ini masih memproduksi es krim artisanal. Setiap hari di musim panas, sekitar 5.000 pelanggan memesan dari lusinan rasa, mulai dari yang tradisional seperti cokelat dan vanila hingga alpukat, lavender, dan rami.

"Setiap orang Wina akan memberi tahu kamu bahwa pembuat es krim Italia 'mereka' lebih baik," kata Molin-Pradel. "Warnanya harus pastel. Ini jaminan kualitas," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa bisnisnya telah berkembang, termasuk menjual es krimnya melalui beberapa supermarket Wina. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, keterampilan dan pengetahuan pembuat gelato diturunkan.

Ada sekitar 370 toko es krim di Ausyria, dan sekitar 40 toko masih dijalankan orang Italia. Datanya juga menunjukkan bahwa Austria membanggakan konsumsi rata-rata per kapita lebih dari 60 sendok per tahun, atau sekitar delapan liter es krim. Jumlah ini lebih banyak daripada di Italia, dengan konsumsi rata-rata enam liter.



Simak Video "Es Krim Gelati, Santapan Italia yang Wajib dicoba, Italia"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA