Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Agu 2021 06:09 WIB

TRAVEL NEWS

China dan Taliban yang Makin Mesra

bonauli
detikTravel
Operasi militer yang digencarkan Taliban membutuhkan dana yang tidak sedikit meski tidak diketahui secara pasti besaran dana namun dikutip VOA, Taliban diprediksi mampu menghasilkan US$300 juta hingga US$1,6 miliar per tahunnya.
Taliban (AP Photo)
Kabul -

China nampaknya makin yakin untuk pepet Taliban. China pun memamerkan kemesraannya dengan penguasa baru Afghanistan itu.

Dilansir dengan Reuters, China telah membangun relasi dengan kelompok Taliban. State Counsellor China Wang Yi menyerukan kepada dunia agar membantu Taliban di Afghanistan.

China berharap agar negara-negara lain tidak menekan atau mengucilkan Taliban agar bisa menstabilkan Afghanistan.

"Masyarakat internasional harus mendorong dan membimbing Taliban ke arah yang positif daripada memberikan banyak tekanan yang kondusif untuk menstabilkan situasi," ujar menteri luar negeri China itu.

Dukungan tersebut disambut baik oleh Taliban. Kelompok tersebut menyebut China sebagai negara strategis yang memainkan peranan penting dalam pertumbuhan Afghanistan.

Tak hanya itu, Taliban bahkan berharap Beijing dapat membantu perkembangan Afghanistan ke depannya.

"China dapat berkontribusi pada pembangunan Afghanistan di masa depan," ujar juru bicara Taliban.

China memang belum mengakui Taliban secara resmi sebagai penguasa. Tetapi, dua negara ini telah melakukan pertemuan di Tianjin Pada 28 Juli lalu.

Dalam pertemuannya, China mengatakan kepada delegasi Taliban bahwa mereka berharap kelompok tersebut dapat memainkan peran penting dalam mengakhiri perang Afghanistan. Termasuk membangun kembali negara dari kekacauan.

Sebagian analis menilai bahwa China memiliki kepentingan ekonomi yang cukup besar di Afghanistan. Menurut perkiraan, Afghanistan memiliki cadangan sumber daya alam terbesar di dunia. Sumber daya tersebut adalah tembaga, batu bara kobalt, merkuri, emas dan lithium, senilai lebih dari USD 1 triliun.

Selain itu, Beijing dinilai sebagai investor asing terbesar di Afghanistan yang bersaing dengan India. Oleh karena itu, stabilitas Afghanistan adalah kunci keberhasilan proyek utama Chia di Asia Selatan dan Tengah.

"Koridor Ekonomi China-Pakistan adalah proyek unggulan China di kawasan itu dan kedua negara ingin melibatkan Afghanistan melalui jalan raya dan kereta api," dia menambahkan.



Simak Video "China Siap Bimbing Taliban Untuk Mendapat Pengakuan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA